Jumat, 28 Februari 2020

Pertemuan Singkat


Pertemuan Singkat
  



Malam itu adalah malam yang membuat aku sedikit bahagia campur dengan rasa menyesal. Kita dipertemukan kembali didalam acara yang sama, tetapi kamu untuk melihatku saja kamu seperti tak ingin. 

Tidak seharusnya aku datang ke acara pagelaran seni di kampus, yang aku tahu kamu pasti akan datang untuk melihat murid-muridmu tampil. Dan ternyata benar, aku melihatmu meski dari kejauhan. Kita bertemu walaupun kita tidak bertegur sapa seperti dulu, kini benar-benar menjadi orang yang sangat asing, dan aku tidak mengenali dirimu lagi. Perasaanku campur aduk saat itu, mataku hanya tertuju padamu sampai acara selesai. 

Entah mengapa kamu tidak sedikitpun melirik ke arahku, padahal kamu tahu, aku juga berada di acara yang sama sepertimu. Kini kamu tak lagi sama. Semua berubah semenjak kamu bersama orang yang baru. 

Aku merasa diriku bodoh karenamu yang masih saja mengharapkan dirimu untuk kembali. Yang jelas-jelas untuk melihatku saja kamu tak ingin. 

Jujur aku ada rasa benci menuliskan kalimat ini. Padahal aku pernah janji dengan diriku sendiri untuk tidak bertemu dengan dirimu lagi, ataupun dalam satu acara yang sama. Sampai aku rela meninggalkan grup Tariku hanya untuk menghindar darimu di acara itu. Tapi nyatanya aku datang, aku datang sebagai penonton. Disitu aku merasa ingkar, aku ingkar bahwa tidak seharusnya aku datang ke acara tersebut. Dan aku lebih merasa ingkar disaat aku melihatmu kembali. Aku pernah berjanji dengan diriku sendiri bahwa pertemuan terakhir kita disaat aku meminta bertemu dan bersua untuk yang terakhir kalinya. Yang ku kira itu adalah pertemuan yang benar-benar terakhir dan mungkin saja aku tidak akan melihatmu lagi. Tapi takdir mempertemukan kita kembali. 

Sungguh aku menyesal telah ingkar dengan diriku sendiri. Disisi lain aku juga bahagia bisa melihatmu lagi. Aku melihatmu dengan sosok yang berbeda. Bukan dirimu yang aku kenal dulu. Tapi aku bisa apa? Aku melihatmu hanya bisa tersenyum dan membuatku sedikit lebih bahagia. 

Ini adalah pertemuan singkat kita, walaupun tidak bertegur sapa, tak apa. Aku melihat dengan kondisimu yang baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup.