Pertemuan
Singkat
Malam
itu adalah malam yang membuat aku sedikit bahagia campur dengan rasa menyesal.
Kita dipertemukan kembali didalam acara yang sama, tetapi kamu untuk melihatku
saja kamu seperti tak ingin.
Tidak
seharusnya aku datang ke acara pagelaran seni di kampus, yang aku tahu kamu
pasti akan datang untuk melihat murid-muridmu tampil. Dan ternyata benar, aku
melihatmu meski dari kejauhan. Kita bertemu walaupun kita tidak bertegur sapa
seperti dulu, kini benar-benar menjadi orang yang sangat asing, dan aku tidak
mengenali dirimu lagi. Perasaanku campur aduk saat itu, mataku hanya tertuju
padamu sampai acara selesai.
Entah
mengapa kamu tidak sedikitpun melirik ke arahku, padahal kamu tahu, aku juga berada
di acara yang sama sepertimu. Kini kamu tak lagi sama. Semua berubah semenjak
kamu bersama orang yang baru.
Aku
merasa diriku bodoh karenamu yang masih saja mengharapkan dirimu untuk kembali.
Yang jelas-jelas untuk melihatku saja kamu tak ingin.
Jujur
aku ada rasa benci menuliskan kalimat ini. Padahal aku pernah janji dengan
diriku sendiri untuk tidak bertemu dengan dirimu lagi, ataupun dalam satu acara
yang sama. Sampai aku rela meninggalkan grup Tariku hanya untuk menghindar
darimu di acara itu. Tapi nyatanya aku datang, aku datang sebagai penonton. Disitu
aku merasa ingkar, aku ingkar bahwa tidak seharusnya aku datang ke acara
tersebut. Dan aku lebih merasa ingkar disaat aku melihatmu kembali. Aku pernah
berjanji dengan diriku sendiri bahwa pertemuan terakhir kita disaat aku meminta
bertemu dan bersua untuk yang terakhir kalinya. Yang ku kira itu adalah
pertemuan yang benar-benar terakhir dan mungkin saja aku tidak akan melihatmu
lagi. Tapi takdir mempertemukan kita kembali.
Sungguh
aku menyesal telah ingkar dengan diriku sendiri. Disisi lain aku juga bahagia
bisa melihatmu lagi. Aku melihatmu dengan sosok yang berbeda. Bukan dirimu yang
aku kenal dulu. Tapi aku bisa apa? Aku melihatmu hanya bisa tersenyum dan
membuatku sedikit lebih bahagia.
Ini
adalah pertemuan singkat kita, walaupun tidak bertegur sapa, tak apa. Aku
melihat dengan kondisimu yang baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup.