Sabtu, 02 Mei 2020

Mengikhlaskan Yang Lepas

Mengikhlaskan Yang Lepas



Aku pernah berada didalam fase dimana aku malas bergelut dengan sesuatu yang penuh kekangan. Dekat dengan teman dibatasi larangan. Menjalankan suatu hubungan yang bisa dibilang itu toxic relationship. Sampai akhirnya aku menemukan “kamu” yang merubah pola hidup dengan sesaat. Menuntun langkahku yang hampir sesat, memberi bahagia yang biasanya berakhir cepat. 

Tak berbeda setelah kamu membuatku bahagia, membawaku terbang jauh ke angkasa, kamu patahkan sayap yang kamu berikan. Sampai akhirnya aku jatuh dan sayapku tak mampu lagi untuk kukepakkan akibat patah yang sangat sakit dirasakan. 

Kali ini, aku tak bertujuan mengemis perhatian, memohon hangatnya dekapan, ataupun meminta kembali melanjutkan cerita yang kini sudah asing. 

Mungkin karena kamu sangat istimewa, aku memohon izin, mengabadikan kisah kita. Mulai dari tak saling kenal hingga mengenal satu sama lain, dari malu-malu sampai tak tahu malu. Izinkan aku mengabadikan perjalanan kita dalam tiap tulisan. Mulai dari aku dan kamu bukan siapa-siapa, sampai akhirnya menjadi kita, dan kembali pada pengasingan yang begitu menyakitkan. 

Mengikhlaskan yang lepas, merupakan perjalanan aku dan kamu dari pertama bertemu. Mulai dari merasakan indahnya jatuh hati, sakitnya patah hati, dan sulitnya pulih kembali