Mengikhlaskan
Yang Lepas
Aku
pernah berada didalam fase dimana aku malas bergelut dengan sesuatu yang penuh
kekangan. Dekat dengan teman dibatasi larangan. Menjalankan suatu hubungan yang
bisa dibilang itu toxic relationship. Sampai akhirnya aku menemukan “kamu” yang
merubah pola hidup dengan sesaat. Menuntun langkahku yang hampir sesat, memberi
bahagia yang biasanya berakhir cepat.
Tak
berbeda setelah kamu membuatku bahagia, membawaku terbang jauh ke angkasa, kamu
patahkan sayap yang kamu berikan. Sampai akhirnya aku jatuh dan sayapku tak
mampu lagi untuk kukepakkan akibat patah yang sangat sakit dirasakan.
Kali
ini, aku tak bertujuan mengemis perhatian, memohon hangatnya dekapan, ataupun
meminta kembali melanjutkan cerita yang kini sudah asing.
Mungkin
karena kamu sangat istimewa, aku memohon izin, mengabadikan kisah kita. Mulai
dari tak saling kenal hingga mengenal satu sama lain, dari malu-malu sampai tak
tahu malu. Izinkan aku mengabadikan perjalanan kita dalam tiap tulisan. Mulai
dari aku dan kamu bukan siapa-siapa, sampai akhirnya menjadi kita, dan kembali
pada pengasingan yang begitu menyakitkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar