Rasa Yang Hilang
Oleh Waktu
Perlahan
rasa ini hilang begitu saja beriringan dengan jalannya waktu. Perlahan aku bisa
menerima dengan ikhlas bahwa kepergianmu
bukan untuk kembali. Dan mungkin kamu tidak akan pernah kembali lagi.
Aku
sudah bisa merasakan dan menilai bahwa diriku sudah tidak sesakit dulu waktu
pertama kali kamu memutuskan untuk pergi meninggalkan. Mungkin semua
perlakuanmu akan terbalas suatu saat nanti.
Semenjak
kamu pergi, memang aku merasa ada yang hilang dari diriku. Aku mencoba untuk
mencari apa yang telah hilang dari diriku ini. Dan aku sadar, ternyata aku
kehilangan dirimu begitu dalam. Sampai aku merasakan seperti ada yang hilang
dari setengah yang ada pada diriku ini. Aku tidak bisa berdiam diri seakan-akan
aku menunggumu untuk kembali. Sudah terlalu lama aku menunggumu, tapi nyatanya
kamu tidak ada. Aku tidak bosan menunggu sampai kapanpun, hanya saja aku merasakan
lelah saat menunggumu terlalu lama, nyatanya kamu sudah tidak ingat jalan untuk
pulang.
Seiring
jalannya waktu pun semua hal itu menjadi terbiasa dan rasa sakit ini menjadi
biasa saja sekarang. Apakah aku sudah sembuh dari luka yang sudah kamu beri?
Semenjak
dirimu pergi, ada seseorang yang datang walaupun hanya sekedar menyapa lalu
memberi perhatian lebih dan sebagainya. Tapi sayangnya dari semua orang itu
tidak ada yang sama sepertimu. Ya memang aku tahu, tidak seharusnya aku
menyamakan orang lain agar sama sepertimu. Karena aku tahu setiap orang
mempunyai sifat dan karakter yang berbeda.
Disini
aku dapat belajar untuk menghargai seseorang yang datang kepadaku. Seseorang yang selalu
ada untukku. Karena disaat aku terpuruk atau merasa bahagia, bukan kamu lagi
orangnya. Kamu sudah tidak ada lagi disisku.
Ada
seseorang yang membuat aku bahagia dengan caranya sendiri, yang sangat berbeda
dari caramu membahagiakan aku dulu. Ini adalah kedua sisi yang berbeda dari
kamu dan seseorang itu.