Kamis, 05 Maret 2020

Tetaplah Ada Meski Hanya Untuk Kukenang


Tetaplah Ada Meski Hanya Untuk Kukenang



Merindukanmu sewajarnya, mengingatmu seperlunya, dan merelakanmu seutuhnya. Aku yakin, aku pasti mampu merelakanmu. Tak seharusnya perasaan yang pernah ada untukmu menjadi sebuah penjara yang menjadikanku tidak bebas. Tak seharusnya aku tetap berharap pada hati yang sudah membuatku merasa tak berharga. Dan sudah seharusnya merelakanmu adalah caraku menghargai diriku sendiri. 

Aku tak pernah menyangka bahwa pada akhirnya kamu memilih untuk menjadi seseorang yang salah untukku. Seseorang yang mudah meninggalkan luka, tanpa memberikan sedikitpun aba-aba untuk menerimanya. Dan aku tak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya kita akan terpisah dan memisahkan dua hati yang salah satunya ingin tetap bersama. Aku menginginkan kamu tetap tinggal. Aku ingin tetap berjuang mempertahankan meski kamu tetap keras kepala ingin segera berpisah. 

Kamu boleh pergi, tetapi jangan meniadakan perasaanku. Jangan pergi untuk membenci. Perjuanganku belum seharusnya berakhir. Aku masih mampu, meski kutahu waktu itu cintamu sudah tak lagi terasa utuh. Perpisahan tak seharusnya menjadi jawaban untuk perjuangan kita, tak seharusnya menjadi akhir yang banyak menjatuhkan air mata. 

Cinta memang tak selamanya tentang harus selalu bersama. Setia tak selalu tentang tetap saling memiliki. Aku tetap memilih setia, meski kamu yang tak lagi ada. Tak mungkin aku berpindah hati. Kamu memang layak mendapatkan yang lebih baik. Kamu harus bahagia, cukup aku saja yang merasa terluka. Kamu memang layak mendapatkan seseorang yang lebih pantas. Kamu harus bahagia, cukup hatiku yang sakit karena kamu buat patah. 

Perjalanan setelah tak bersamamu, aku yakin takkan pernah mudah. Berusaha tegar bukanlah keahlianku saat menghadapi kesendirian. Berusaha tabah bukan keahlianku saat menghadapi kenyataan. Perasaanmu untukku sudah tak lagi ada. Hancur, harapanku mati terkubur. 

Kamu tetap ada sebagai seseorang yang indah untuk dikenang. Biarlah kesendirian membawaku pada seseorang yang lain setelah kehilanganmu. Seseorang yang kutemukan dan mampu mengalihkan perasaanku yang berlebihan untukmu dulu. Biarlah perasaanku untukmu tetap ada sebagai bukti, bahwa di dunia ini ada manusia yang tetap mencintai meski sudah ditinggalkan pergi. Tak apa jika dianggap menjadi sebuah kesalahan, itu lebih baik karena orang yang membohongi perasaannya sendiri adalah sebuah kebodohan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar