Tetaplah Ada Meski Hanya Untuk Kukenang
Merindukanmu
sewajarnya, mengingatmu seperlunya, dan merelakanmu seutuhnya. Aku yakin, aku
pasti mampu merelakanmu. Tak seharusnya perasaan yang pernah ada untukmu
menjadi sebuah penjara yang menjadikanku tidak bebas. Tak seharusnya aku tetap
berharap pada hati yang sudah membuatku merasa tak berharga. Dan sudah
seharusnya merelakanmu adalah caraku menghargai diriku sendiri.
Aku
tak pernah menyangka bahwa pada akhirnya kamu memilih untuk menjadi seseorang
yang salah untukku. Seseorang yang mudah meninggalkan luka, tanpa memberikan
sedikitpun aba-aba untuk menerimanya. Dan aku tak pernah membayangkan bahwa
pada akhirnya kita akan terpisah dan memisahkan dua hati yang salah satunya
ingin tetap bersama. Aku menginginkan kamu tetap tinggal. Aku ingin tetap
berjuang mempertahankan meski kamu tetap keras kepala ingin segera berpisah.
Kamu
boleh pergi, tetapi jangan meniadakan perasaanku. Jangan pergi untuk membenci.
Perjuanganku belum seharusnya berakhir. Aku masih mampu, meski kutahu waktu itu
cintamu sudah tak lagi terasa utuh. Perpisahan tak seharusnya menjadi jawaban
untuk perjuangan kita, tak seharusnya menjadi akhir yang banyak menjatuhkan air
mata.
Cinta
memang tak selamanya tentang harus selalu bersama. Setia tak selalu tentang
tetap saling memiliki. Aku tetap memilih setia, meski kamu yang tak lagi ada.
Tak mungkin aku berpindah hati. Kamu memang layak mendapatkan yang lebih baik.
Kamu harus bahagia, cukup aku saja yang merasa terluka. Kamu memang layak
mendapatkan seseorang yang lebih pantas. Kamu harus bahagia, cukup hatiku yang
sakit karena kamu buat patah.
Perjalanan
setelah tak bersamamu, aku yakin takkan pernah mudah. Berusaha tegar bukanlah
keahlianku saat menghadapi kesendirian. Berusaha tabah bukan keahlianku saat
menghadapi kenyataan. Perasaanmu untukku sudah tak lagi ada. Hancur, harapanku
mati terkubur.
Kamu
tetap ada sebagai seseorang yang indah untuk dikenang. Biarlah kesendirian
membawaku pada seseorang yang lain setelah kehilanganmu. Seseorang yang
kutemukan dan mampu mengalihkan perasaanku yang berlebihan untukmu dulu.
Biarlah perasaanku untukmu tetap ada sebagai bukti, bahwa di dunia ini ada
manusia yang tetap mencintai meski sudah ditinggalkan pergi. Tak apa jika
dianggap menjadi sebuah kesalahan, itu lebih baik karena orang yang membohongi
perasaannya sendiri adalah sebuah kebodohan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar