Selasa, 24 Maret 2020

Rasa Yang Hilang Oleh Waktu


Rasa Yang Hilang Oleh Waktu  

  

Perlahan rasa ini hilang begitu saja beriringan dengan jalannya waktu. Perlahan aku bisa menerima dengan ikhlas  bahwa kepergianmu bukan untuk kembali. Dan mungkin kamu tidak akan pernah kembali lagi. 

Aku sudah bisa merasakan dan menilai bahwa diriku sudah tidak sesakit dulu waktu pertama kali kamu memutuskan untuk pergi meninggalkan. Mungkin semua perlakuanmu akan terbalas suatu saat nanti. 

Semenjak kamu pergi, memang aku merasa ada yang hilang dari diriku. Aku mencoba untuk mencari apa yang telah hilang dari diriku ini. Dan aku sadar, ternyata aku kehilangan dirimu begitu dalam. Sampai aku merasakan seperti ada yang hilang dari setengah yang ada pada diriku ini. Aku tidak bisa berdiam diri seakan-akan aku menunggumu untuk kembali. Sudah terlalu lama aku menunggumu, tapi nyatanya kamu tidak ada. Aku tidak bosan menunggu sampai kapanpun, hanya saja aku merasakan lelah saat menunggumu terlalu lama, nyatanya kamu sudah tidak ingat jalan untuk pulang.  

Seiring jalannya waktu pun semua hal itu menjadi terbiasa dan rasa sakit ini menjadi biasa saja sekarang. Apakah aku sudah sembuh dari luka yang sudah kamu beri? 

Semenjak dirimu pergi, ada seseorang yang datang walaupun hanya sekedar menyapa lalu memberi perhatian lebih dan sebagainya. Tapi sayangnya dari semua orang itu tidak ada yang sama sepertimu. Ya memang aku tahu, tidak seharusnya aku menyamakan orang lain agar sama sepertimu. Karena aku tahu setiap orang mempunyai sifat dan karakter yang berbeda. 

Disini aku dapat belajar untuk menghargai seseorang yang datang kepadaku. Seseorang yang selalu ada untukku. Karena disaat aku terpuruk atau merasa bahagia, bukan kamu lagi orangnya. Kamu sudah tidak ada lagi disisku. 

Ada seseorang yang membuat aku bahagia dengan caranya sendiri, yang sangat berbeda dari caramu membahagiakan aku dulu. Ini adalah kedua sisi yang berbeda dari kamu dan seseorang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar