Penikmat
Kenangan
Apa
salahnya menjadi penikmat kenangan? Mungkin menurutmu itu tak asik,
berlama-lama bermain dengan luka. Tapi bagiku ini justru menyenangkan, karena
kenangan lah yang dapat mempertemukanku denganmu disatu ingatan. Dimana hanya
ada aku dan kamu, kamu nyata, kamu benar-benar menjadi milikku utuh, tidak ada
orang lain atau siapapun yang dapat mengganggu.
Sungguh,
kamu harus mencobanya. Hanya dengan mengingat, lalu kamu akan mendapat semua
yang kamu ingin tentangnya. Tapi aku tidak bisa menjamin kamu akan bahagia
setelahnya. Sebab yang aku rasakan hanya bahagia sesaat saat mengingat,
kemudian aku merasakan sakit yang sangat teramat.
Aku
kehabisan kata-kata untuk mengutarakan luka. Begitu banyak hal-hal yang
membuatku kecewa, hingga akhirnya hati tak mampu menampung semua rasa sakit
yang ada. Memang, aku yang membuat luka ini sendiri, tanpa ada sedikitpun
campur tangan darimu. Sebab ini karena aku yang terlalu ingin memilikimu tapi
tak mampu.
Aku
tahu, Tuhan memberikan ini bukan untuk melemahkan, melainkan untuk
menguatkanku. Tuhan mengingatkanku untuk beristirahat agar hatiku tak terluka
karena terus menerus kecewa.
Aku
sangat benci pernah menjadikanmu orang teristimewa dan memberi tempat yang
berbeda di hatiku. Kamu tak pantas ada disana. Ternyata benar, orang yang
benar-benar disayangi nyatanya adalah orang yang benar-benar menyakiti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar