Sabtu, 02 Mei 2020

Mengikhlaskan Yang Lepas

Mengikhlaskan Yang Lepas



Aku pernah berada didalam fase dimana aku malas bergelut dengan sesuatu yang penuh kekangan. Dekat dengan teman dibatasi larangan. Menjalankan suatu hubungan yang bisa dibilang itu toxic relationship. Sampai akhirnya aku menemukan “kamu” yang merubah pola hidup dengan sesaat. Menuntun langkahku yang hampir sesat, memberi bahagia yang biasanya berakhir cepat. 

Tak berbeda setelah kamu membuatku bahagia, membawaku terbang jauh ke angkasa, kamu patahkan sayap yang kamu berikan. Sampai akhirnya aku jatuh dan sayapku tak mampu lagi untuk kukepakkan akibat patah yang sangat sakit dirasakan. 

Kali ini, aku tak bertujuan mengemis perhatian, memohon hangatnya dekapan, ataupun meminta kembali melanjutkan cerita yang kini sudah asing. 

Mungkin karena kamu sangat istimewa, aku memohon izin, mengabadikan kisah kita. Mulai dari tak saling kenal hingga mengenal satu sama lain, dari malu-malu sampai tak tahu malu. Izinkan aku mengabadikan perjalanan kita dalam tiap tulisan. Mulai dari aku dan kamu bukan siapa-siapa, sampai akhirnya menjadi kita, dan kembali pada pengasingan yang begitu menyakitkan. 

Mengikhlaskan yang lepas, merupakan perjalanan aku dan kamu dari pertama bertemu. Mulai dari merasakan indahnya jatuh hati, sakitnya patah hati, dan sulitnya pulih kembali

Minggu, 05 April 2020

Happy Failed Anniversary


Happy Failed Anniversary  


Di hari Minggu yang cerah ini tepatnya tanggal 5 April 2020, semuanya mengingatkan aku kepada kenangan yang pernah terjadi dulu. Ketika berawal kamu datang di kehidupanku semua terasa berubah. Semua sakit yang aku rasakan sebelumnya, aku merasa terobati. 

Waktu itu kamu datang, diwaktu yang sangat tepat. Entah mengapa rasanya sangat sulit untuk aku melupakan tanggal ini, tanggal dimana aku dan kamu saling memiliki, tanggal yang dulu selalu kita peringati dengan kebersamaan setiap kali.   

Mungkin sekarang kamu sudah lupa dengan tanggal ini. Aku tahu tanggal ini sudah tidak ada istimewanya lagi, karena keadaan kita sudah berbeda. Aku hanya ingin mengenang. Tidak salah kan?

Tanggal ini dimana aku dan kamu sama-sama kita membangun hubungan ini, saling mengenal sifat satu sama lain agar saling memahami. Sakit rasanya harus melewati tanggal ini sendirian. Sakit rasanya menahan mulut untuk mengucapkan “Happy Anniversary, Sayang!” aku selalu berandai-andai. 

Jika saja hingga detik ini kita masih bersama, mungkin kamu akan mengajak aku pergi jalan-jalan atau mengajak aku makan ke tempat yang belum pernah kita datangi. 

Sekarang dengan keadaan yang berbeda, aku hanya bisa mengingat. Bukan merayakan!















Selasa, 24 Maret 2020

Rasa Yang Hilang Oleh Waktu


Rasa Yang Hilang Oleh Waktu  

  

Perlahan rasa ini hilang begitu saja beriringan dengan jalannya waktu. Perlahan aku bisa menerima dengan ikhlas  bahwa kepergianmu bukan untuk kembali. Dan mungkin kamu tidak akan pernah kembali lagi. 

Aku sudah bisa merasakan dan menilai bahwa diriku sudah tidak sesakit dulu waktu pertama kali kamu memutuskan untuk pergi meninggalkan. Mungkin semua perlakuanmu akan terbalas suatu saat nanti. 

Semenjak kamu pergi, memang aku merasa ada yang hilang dari diriku. Aku mencoba untuk mencari apa yang telah hilang dari diriku ini. Dan aku sadar, ternyata aku kehilangan dirimu begitu dalam. Sampai aku merasakan seperti ada yang hilang dari setengah yang ada pada diriku ini. Aku tidak bisa berdiam diri seakan-akan aku menunggumu untuk kembali. Sudah terlalu lama aku menunggumu, tapi nyatanya kamu tidak ada. Aku tidak bosan menunggu sampai kapanpun, hanya saja aku merasakan lelah saat menunggumu terlalu lama, nyatanya kamu sudah tidak ingat jalan untuk pulang.  

Seiring jalannya waktu pun semua hal itu menjadi terbiasa dan rasa sakit ini menjadi biasa saja sekarang. Apakah aku sudah sembuh dari luka yang sudah kamu beri? 

Semenjak dirimu pergi, ada seseorang yang datang walaupun hanya sekedar menyapa lalu memberi perhatian lebih dan sebagainya. Tapi sayangnya dari semua orang itu tidak ada yang sama sepertimu. Ya memang aku tahu, tidak seharusnya aku menyamakan orang lain agar sama sepertimu. Karena aku tahu setiap orang mempunyai sifat dan karakter yang berbeda. 

Disini aku dapat belajar untuk menghargai seseorang yang datang kepadaku. Seseorang yang selalu ada untukku. Karena disaat aku terpuruk atau merasa bahagia, bukan kamu lagi orangnya. Kamu sudah tidak ada lagi disisku. 

Ada seseorang yang membuat aku bahagia dengan caranya sendiri, yang sangat berbeda dari caramu membahagiakan aku dulu. Ini adalah kedua sisi yang berbeda dari kamu dan seseorang itu.

Kamis, 05 Maret 2020

Tetaplah Ada Meski Hanya Untuk Kukenang


Tetaplah Ada Meski Hanya Untuk Kukenang



Merindukanmu sewajarnya, mengingatmu seperlunya, dan merelakanmu seutuhnya. Aku yakin, aku pasti mampu merelakanmu. Tak seharusnya perasaan yang pernah ada untukmu menjadi sebuah penjara yang menjadikanku tidak bebas. Tak seharusnya aku tetap berharap pada hati yang sudah membuatku merasa tak berharga. Dan sudah seharusnya merelakanmu adalah caraku menghargai diriku sendiri. 

Aku tak pernah menyangka bahwa pada akhirnya kamu memilih untuk menjadi seseorang yang salah untukku. Seseorang yang mudah meninggalkan luka, tanpa memberikan sedikitpun aba-aba untuk menerimanya. Dan aku tak pernah membayangkan bahwa pada akhirnya kita akan terpisah dan memisahkan dua hati yang salah satunya ingin tetap bersama. Aku menginginkan kamu tetap tinggal. Aku ingin tetap berjuang mempertahankan meski kamu tetap keras kepala ingin segera berpisah. 

Kamu boleh pergi, tetapi jangan meniadakan perasaanku. Jangan pergi untuk membenci. Perjuanganku belum seharusnya berakhir. Aku masih mampu, meski kutahu waktu itu cintamu sudah tak lagi terasa utuh. Perpisahan tak seharusnya menjadi jawaban untuk perjuangan kita, tak seharusnya menjadi akhir yang banyak menjatuhkan air mata. 

Cinta memang tak selamanya tentang harus selalu bersama. Setia tak selalu tentang tetap saling memiliki. Aku tetap memilih setia, meski kamu yang tak lagi ada. Tak mungkin aku berpindah hati. Kamu memang layak mendapatkan yang lebih baik. Kamu harus bahagia, cukup aku saja yang merasa terluka. Kamu memang layak mendapatkan seseorang yang lebih pantas. Kamu harus bahagia, cukup hatiku yang sakit karena kamu buat patah. 

Perjalanan setelah tak bersamamu, aku yakin takkan pernah mudah. Berusaha tegar bukanlah keahlianku saat menghadapi kesendirian. Berusaha tabah bukan keahlianku saat menghadapi kenyataan. Perasaanmu untukku sudah tak lagi ada. Hancur, harapanku mati terkubur. 

Kamu tetap ada sebagai seseorang yang indah untuk dikenang. Biarlah kesendirian membawaku pada seseorang yang lain setelah kehilanganmu. Seseorang yang kutemukan dan mampu mengalihkan perasaanku yang berlebihan untukmu dulu. Biarlah perasaanku untukmu tetap ada sebagai bukti, bahwa di dunia ini ada manusia yang tetap mencintai meski sudah ditinggalkan pergi. Tak apa jika dianggap menjadi sebuah kesalahan, itu lebih baik karena orang yang membohongi perasaannya sendiri adalah sebuah kebodohan.


Rabu, 04 Maret 2020

Selamat Bertambah Usia


Selamat Bertambah Usia



Selamat bertambah usia. Sedikit gugup aku mengungkapkannya. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan pada tanggal 4 Maret keduapuluhmu ini. Tiap hurufnya kuambil dari rasaku padamu yang masih tersisa dalam hati. 

Kesatu, kamu harus tahu, tulisan ini kubuat tepat seminggu atau beberapa bulan sebelum hari jadimu. Semata-mata aku hanya ingin menjadi yang pertama mengucap selamat padamu. Meski kutahu bukan lagi hadirku yang kamu tunggu dan kamu rindu. 

Kedua, aku ingin kamu terus sentosa. Menikmati hari-hari indah setelah melepas pelukku. Bersama ia yang telah kamu pilih sebagai rekan bahagia. Aku paham bahwa pada akhirnya cerita nantinya posisiku akan tergantikan. Meski begitu, sampai tulisan ini telah usai dirangkai pun masih berat bagiku untuk mengikhlaskan. Semoga kekasihmu dapat memberi pengertian layaknya diriku ketika kamu keluar dari batasan. 

Terakhir, meski kisah kita telah selesai, kuharap kenangan manis yang tak sengaja pernah kamu torehkan takkan habis terurai. Sampai pada akhirnya masing- masing dari kamu dan aku telah menjelma jadi pecinta yang lihai. Segala tutur manismu yang membuat aku selalu menjadi bogeman yang pukulannya tak pernah selesai. 

Jangan risau, pekat rasaku akan terbaca oleh banyak mata. Biarkan seluruh semesta tahu bahwa aku pernah mencintaimu, sampai saat ini pun aku masih. 

Sekali lagi, selamat bertambah usia.
Titip salam buat ibumu.
Kuharap dimasa mendatang kita dapat berjumpa lagi.

Senin, 02 Maret 2020

Penikmat Kenangan


Penikmat Kenangan


Apa salahnya menjadi penikmat kenangan? Mungkin menurutmu itu tak asik, berlama-lama bermain dengan luka. Tapi bagiku ini justru menyenangkan, karena kenangan lah yang dapat mempertemukanku denganmu disatu ingatan. Dimana hanya ada aku dan kamu, kamu nyata, kamu benar-benar menjadi milikku utuh, tidak ada orang lain atau siapapun yang dapat mengganggu. 

Sungguh, kamu harus mencobanya. Hanya dengan mengingat, lalu kamu akan mendapat semua yang kamu ingin tentangnya. Tapi aku tidak bisa menjamin kamu akan bahagia setelahnya. Sebab yang aku rasakan hanya bahagia sesaat saat mengingat, kemudian aku merasakan sakit yang sangat teramat. 

Aku kehabisan kata-kata untuk mengutarakan luka. Begitu banyak hal-hal yang membuatku kecewa, hingga akhirnya hati tak mampu menampung semua rasa sakit yang ada. Memang, aku yang membuat luka ini sendiri, tanpa ada sedikitpun campur tangan darimu. Sebab ini karena aku yang terlalu ingin memilikimu tapi tak mampu. 

Aku tahu, Tuhan memberikan ini bukan untuk melemahkan, melainkan untuk menguatkanku. Tuhan mengingatkanku untuk beristirahat agar hatiku tak terluka karena terus menerus kecewa. 

Aku sangat benci pernah menjadikanmu orang teristimewa dan memberi tempat yang berbeda di hatiku. Kamu tak pantas ada disana. Ternyata benar, orang yang benar-benar disayangi nyatanya adalah orang yang benar-benar menyakiti.  

Jumat, 28 Februari 2020

Pertemuan Singkat


Pertemuan Singkat
  



Malam itu adalah malam yang membuat aku sedikit bahagia campur dengan rasa menyesal. Kita dipertemukan kembali didalam acara yang sama, tetapi kamu untuk melihatku saja kamu seperti tak ingin. 

Tidak seharusnya aku datang ke acara pagelaran seni di kampus, yang aku tahu kamu pasti akan datang untuk melihat murid-muridmu tampil. Dan ternyata benar, aku melihatmu meski dari kejauhan. Kita bertemu walaupun kita tidak bertegur sapa seperti dulu, kini benar-benar menjadi orang yang sangat asing, dan aku tidak mengenali dirimu lagi. Perasaanku campur aduk saat itu, mataku hanya tertuju padamu sampai acara selesai. 

Entah mengapa kamu tidak sedikitpun melirik ke arahku, padahal kamu tahu, aku juga berada di acara yang sama sepertimu. Kini kamu tak lagi sama. Semua berubah semenjak kamu bersama orang yang baru. 

Aku merasa diriku bodoh karenamu yang masih saja mengharapkan dirimu untuk kembali. Yang jelas-jelas untuk melihatku saja kamu tak ingin. 

Jujur aku ada rasa benci menuliskan kalimat ini. Padahal aku pernah janji dengan diriku sendiri untuk tidak bertemu dengan dirimu lagi, ataupun dalam satu acara yang sama. Sampai aku rela meninggalkan grup Tariku hanya untuk menghindar darimu di acara itu. Tapi nyatanya aku datang, aku datang sebagai penonton. Disitu aku merasa ingkar, aku ingkar bahwa tidak seharusnya aku datang ke acara tersebut. Dan aku lebih merasa ingkar disaat aku melihatmu kembali. Aku pernah berjanji dengan diriku sendiri bahwa pertemuan terakhir kita disaat aku meminta bertemu dan bersua untuk yang terakhir kalinya. Yang ku kira itu adalah pertemuan yang benar-benar terakhir dan mungkin saja aku tidak akan melihatmu lagi. Tapi takdir mempertemukan kita kembali. 

Sungguh aku menyesal telah ingkar dengan diriku sendiri. Disisi lain aku juga bahagia bisa melihatmu lagi. Aku melihatmu dengan sosok yang berbeda. Bukan dirimu yang aku kenal dulu. Tapi aku bisa apa? Aku melihatmu hanya bisa tersenyum dan membuatku sedikit lebih bahagia. 

Ini adalah pertemuan singkat kita, walaupun tidak bertegur sapa, tak apa. Aku melihat dengan kondisimu yang baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup.