Kamis, 19 Desember 2019

Antara Rindu dan Waktu

Antara Rindu dan Waktu



Seiring jalannya waktu, nampaknya aku sudah bisa lupa dan terbiasa tanpa dirinya. Sakit ini mungkin akan segera pulih, tapi aku tidak tahu kapan waktunya. Aku selalu mencari kesibukkan agar diriku tidak mengingatnya lagi, sampai aku benar-benar bisa melupakan. Perlahan aku berhasil tidak begitu rapuh seperti dulu. Lalu apa kabar dengan rindu? Rindu ini kadang datangnya tidak tepat waktu. Sejujurnya aku tidak ingin merindukannya, tapi yang namanya rindu tidak bisa dicegah yang terkadang rasanya tak tertahankan. Datang secara tiba-tiba. 

Jika dulu aku rindu masih bisa bertemu, tapi sekarang? Aku hanya bisa menahannya sendirian. Karena waktu kita sudah beda. Rinduku dulu tidak begitu berat, karena pastinya kita akan segera bertemu. Tapi sekarang? Rindu ini terasa berat karena aku harus menahannya. 

Waktu sudah memisahkan kita hingga pada akhirnya kita sudah tidak memiliki hubungan lagi. Menjalani hidup masing-masing itu sudah menjadi pilihan. Aku tidak pernah menyesal apapun hal yang sudah terjadi. Dari semua ini, dibaliknya pasti ada hikmahnya. 

Melupakan seseorang tidak semudah kita membalikan telapak tangan, semua pasti butuh proses dan waktu yang akan menjawabnya. Mungkin dari mulut kita bisa berkata mudah untuk melupakan, tetapi sebenarnya hati berkata tidak. 

Aku sedih, karena sekarang setiap rinduku tidak bisa tersampaikan, Aku memilih diam, merenung, dan terkadang aku mengingatnya kembali. Aku membayangkan waktu bersamanya dulu, yang mungkin tidak bisa terulang kembali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar