Pergi Adalah Hal Ternyaman Bagimu
“Nyaman”. Kata yang sangat banyak mempunyai arti dan
makna. Entah kamu nyaman dengan seseorang, atau kamu nyaman dengan dirimu
sendiri. Aku tidak tahu posisi mana yang sedang kamu rasakan sekarang. Aku hanya
bisa menerka-nerka keadaanmu.
Hatiku berkata mungkin kamu sudah nyaman dengan
seseorang, tapi entahlah. Semenjak tidak bersamaku hidupmu penuh bersama
teman-temanmu dan pastinya kamu senang. Mungkin itu salah satu cara agar kamu
bisa melupakanku. Akan tetapi, pernahkah aku masih melintas dipikiranmu?
Semenjak kami memutuskan hubungan, kami menjadi lost contact setelahnya. Dan
hanya menjadi sebatas viewers story saja. Sangat menyakitkan.
Aku sedang mencari kenyamananku tanpa dirimu lagi,
aku sedang belajar menerima kenyataan. Aku tidak nyaman dengan posisiku seperti
ini. Kamu bahagia tidak apa-apa. Karena kita sudah menjalani hidup
masing-masing. Kini kamu tidak lagi menjadi bagian apapun dari diriku. Selain
kenangan sedih yang barangkali kutulis jadi buku. Atau kubiarkan berlalu bersama
terbunuhnya rindu.
Aku pernah berpikir, kamu memilih meninggalkanku disini atau
karena memang kamu sudah tidak mendapatkan kenyamanan dariku selama kita
menjalani hubungan. Yang akhirnya kamu memutuskan untuk pergi dan kamu mencari
kenyamanan yang baru. Kamu mencari kenyamanan yang baru dengan orang yang baru
juga, yang sebelumnya tidak pernah kamu dapatkan. Jika memang pikiranku itu
benar, kenapa kamu tega memilih begitu?
Kamu sudah mengakhirinya sejak saat itu, kita sudah
sepakat untuk tak saling menyapa dan saling melupakan. Seperti itulah yang kamu
mau. Dan maaf saat ini aku tak ingin peduli walau dirimu pernah menjadi lelaki
yang ku sayang. Jangan pura-pura lupa
dengan apa yang kamu katakan saat itu. Aku hanya menuruti semua perkataan dan
permintaan yang kamu mau. Jadi jangan paksa aku suatu hari nanti untuk
mengingatnya kembali tentangmu.
Karena aku bukan lagi tempat ternyaman untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar