Terima Kasih
Pesan ini khusus untukmu, yang baru saja
meninggalkan. Aku masih merasa kehilangan, aku masih merasakan kesedihan. Kamu
tidak akan bilang bahwa kamu tahu apa yang aku rasakan. Hanya akulah yang
mengalami yang benar-benar tahu seperti apa di hati saat ini. Tapi walaupun begitu, aku ingin
bilang ke kamu tidak ada yang perlu disesalkan. Karena setiap pertemuan adalah
rencana Tuhan. Begitu juga dengan setiap perpisahan, ada banyak pembelajaran
berharga di hidup ini. Termasuk kamu yang meninggalkanku pergi.
Mungkin aku merasa sedih, merasa kehilangan, emosi,
bahkan mungkin juga aku merasa sakit hati. Tapi menangisi atau menyesali semua
juga percuma. Setiap hal di hidup ini ada waktunya. Ketika Tuhan mengizinkan
kamu pergi semua yang terjadi memiliki makna dan hikmahnya sendiri.
Di hidup ini akan ada orang yang datang silih
berganti. Ada yang datang memberikan kita kenangan, ada yang datang dan
memberikan kita kebahagiaan. Ada juga yang datang yang memberikan kita
pembelajaran. Pembelajaran yang begitu berharga. Walaupun harus dibayar dengan
air mata. Kadang aku memang harus kehilangan seseorang untuk bisa menemukan
diriku yang sesungguhnya. Kepergianmu adalah jalan hidup untuk membuatku lebih
dewasa. Dan kadang kepergianmu adalah cara Tuhan untuk membuatku lebih dekat
dengan-Nya.
Untuk aku yang ditinggalkan, aku percaya ada hal
baik yang aku dapatkan dari kepergianmu. Aku sadar sering kali orang yang aku
inginkan dihidupku belum tentu adalah orang yang tepat. Yang seharusnya ada di
hidupku.
Untuk aku yang saat ini menahan sakit karena
ditinggalkan, aku percaya suatu saat nanti akan menemukan orang yang lebih
tepat yang akan mengisi kekosongan ini.
Untuk aku yang saat ini kecewa karena merasa
disia-siakan, aku percaya suatu saat nanti aku akan menjadi yang paling
berharga untuk kamu yang bisa menghargaiku.
Tuhan menempatkan seseorang di dalam hidupku karena
sebuah alasan. Dan ketika tuhan mengizinkan seseorang itu pergi dari hidupku
itu karena ada alasan yang lebih baik. Aku tidak akan kecewa, tetapi aku
mencoba ambil hikmahnya. Aku akan berhenti bersedih dan menghapus air mataku.
Inilah saatnya aku berbenah menjadi lebih baik.
Inilah saatnya aku memandang jauh ke depan. Aku akan bersabar, sakit yang aku
rasakan ini tidak selamanya. Kepedihan ini hanya sebentar saja.
Aku boleh terluka. Aku boleh kecewa. Tapi biarlah
rasa percaya yang ada di diriku lebih besar daripada rasa kecewa yang aku
rasakan. Percaya bahwa Tuhan tahu siapa yang lebih pantas untukku. Percaya
bahwa Tuhan akan mempertemukan pasangan hidupku. Yang bisa menerimaku apa
adanya. Yang bisa membawaku lebih dekat dengan-nya. Yang tidak hanya
mendampingi di saat bahagia. Tapi juga disaat aku paling tidak berdaya.
Jadi aku membiarkan kamu yang telah melukaiku pergi.
Biarlah kamu yang menyakiti hatiku berada jauh dari hidupku. Dan aku akan
tersenyum berterima kasih pada hidup ini. Karena inilah saatnya aku menata
hati. Inilah saatnya untuk aku menjadi lebih baik lagi.
Dan aku ingin berterima kasih kepadamu yang pernah berani
mengambil keputusan untuk tetap tinggal meskipun pada akhirnya memilih pergi.
Kamu pernah membuatku begitu memiliki rasa yakin untuk terpilih meski pada
akhirnya terasingkan. Aku pernah merasa bangga memlikimu meskipun pada akhirnya
aku menjadi seseorang yang disembunyikan.
Aku ingin berterima kasih bahwa kamu adalah
seseorang yang bisa membuatku tersadar bahwa siapapun bisa berpura-pura menjadi
seseorang yang paling menginginkan. Kamu mampu memberi embusan surgawi meskipun
pada akhirnya panas neraka yang terasa.
Aku ingin berterima kasih kepadamu yang pernah
memberi ruang meski pada akhirnya aku menjadi seseorang yang merasa terusir.
Kamu seseorang yang sudah membuatku merasa jadi diri sendiri meskipun pada
akhirnya kamu membuatku kehilangan diriku lagi.
Aku ingin berterima kasih kepadamu yang pernah
membuatku merasa menemukan rumah, meskipun pada akhirnya harus kembali
membuatku kehilangan arah. Setiap jengkal langkah yang pernah kita lalui
bersama, meskipun pada akhirnya kini aku harus melalui seorang diri. Aku pernah
menjadi seseorang yang kamu sayang, meskipun pada akhirnya harus menjadi yang
terbuang.
Aku ingin berterima kasih kepadamu yang sangat dalam
ucapan-ucapan baiknya selalu mampu memberi tenang, meskipun pada akhirnya hanya
menjadi sesuatu yang senantiasa terbayang. Kamu seseorang dengan sepasang mata
yang pernah mempercayai bahwa sebuah tatap tanpa berucap mampu membuatku
tenang, meskipun pada akhirnya hanya aku seorang yang harus menatap langkahmu
yang kian jauh.
Aku ingin berterima kasih kepadamu dengan sepasang
kaki yang pernah membantuku menuntunku untuk menjadi manusia yang lebih berani,
meskipun pada akhirnya kini harus aku sendiri yang mengarungi perjalanan tanpa
ditemani. Kamu seseorang yang pernah meyakinkanku bahwa kita akan berakhir
selamanya, meskipun pada akhirnya aku harus mencari kebenaran dimana letak
hatimu ketika mengucapkannya.
Aku ingin berterima kasih kepadamu yang pernah
membuatku mengerti bahwa makan dipinggiran jalan itu sangat bahagia, meskipun
pada akhirnya aku harus menikmatinya lagi tanpa pernah mampu berdua.
Aku ingin berterima kasih kepadamu karena
kebersamaan yang membuatku merasa ditopang, meskipun pada akhirnya harus
membuatku akrab dengan rasa timpang. Kamu sudah mampu memberiku segenap rasa
memiliki, meskipun pada akhirnya guratan luka harus tercipta oleh sebab langkah
kaki yang pergi.
Sekarang aku ingin berterima kasih kepada semua hal
yang pada akhirnya berhasil aku lihat dengana mata kepalaku sendiri. Yang pada
akhirnya berhasil aku dengar dengan menggunakan sepasang telingaku. Dan pada
akhirnya, bisa membuat semua luruh. Semua hanya perihal bahwa segalanya harus
berakhir dengan kenyataan yang terjadi tanpa pernah diduga-duga.
Tetap mencoba untuk mencari hal baik pada
ketidakbaikan yang jelas-jelas sudah ditampakkan, nyatanya membuat diri sendiri
menjadi seseorang yang paling bodoh. Yang pada awalnya datang dengan membawa
segenggam keyakinan bahwa semua hanya perihal proses yang harus dilewati untuk
akhirnya mampu membersamai hidup. Ternyata, semesta yang membuat seseorang
lainnya menjadi redup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar