Senin, 23 Desember 2019

Terima Kasih

Terima Kasih



Pesan ini khusus untukmu, yang baru saja meninggalkan. Aku masih merasa kehilangan, aku masih merasakan kesedihan. Kamu tidak akan bilang bahwa kamu tahu apa yang aku rasakan. Hanya akulah yang mengalami yang benar-benar tahu seperti apa di hati  saat ini. Tapi walaupun begitu, aku ingin bilang ke kamu tidak ada yang perlu disesalkan. Karena setiap pertemuan adalah rencana Tuhan. Begitu juga dengan setiap perpisahan, ada banyak pembelajaran berharga di hidup ini. Termasuk kamu yang meninggalkanku pergi. 

Mungkin aku merasa sedih, merasa kehilangan, emosi, bahkan mungkin juga aku merasa sakit hati. Tapi menangisi atau menyesali semua juga percuma. Setiap hal di hidup ini ada waktunya. Ketika Tuhan mengizinkan kamu pergi semua yang terjadi memiliki makna dan hikmahnya sendiri. 

Di hidup ini akan ada orang yang datang silih berganti. Ada yang datang memberikan kita kenangan, ada yang datang dan memberikan kita kebahagiaan. Ada juga yang datang yang memberikan kita pembelajaran. Pembelajaran yang begitu berharga. Walaupun harus dibayar dengan air mata. Kadang aku memang harus kehilangan seseorang untuk bisa menemukan diriku yang sesungguhnya. Kepergianmu adalah jalan hidup untuk membuatku lebih dewasa. Dan kadang kepergianmu adalah cara Tuhan untuk membuatku lebih dekat dengan-Nya. 

Untuk aku yang ditinggalkan, aku percaya ada hal baik yang aku dapatkan dari kepergianmu. Aku sadar sering kali orang yang aku inginkan dihidupku belum tentu adalah orang yang tepat. Yang seharusnya ada di hidupku. 

Untuk aku yang saat ini menahan sakit karena ditinggalkan, aku percaya suatu saat nanti akan menemukan orang yang lebih tepat yang akan mengisi kekosongan ini. 

Untuk aku yang saat ini kecewa karena merasa disia-siakan, aku percaya suatu saat nanti aku akan menjadi yang paling berharga untuk kamu yang bisa menghargaiku. 

Tuhan menempatkan seseorang di dalam hidupku karena sebuah alasan. Dan ketika tuhan mengizinkan seseorang itu pergi dari hidupku itu karena ada alasan yang lebih baik. Aku tidak akan kecewa, tetapi aku mencoba ambil hikmahnya. Aku akan berhenti bersedih dan menghapus air mataku. 

Inilah saatnya aku berbenah menjadi lebih baik. Inilah saatnya aku memandang jauh ke depan. Aku akan bersabar, sakit yang aku rasakan ini tidak selamanya. Kepedihan ini hanya sebentar saja. 

Aku boleh terluka. Aku boleh kecewa. Tapi biarlah rasa percaya yang ada di diriku lebih besar daripada rasa kecewa yang aku rasakan. Percaya bahwa Tuhan tahu siapa yang lebih pantas untukku. Percaya bahwa Tuhan akan mempertemukan pasangan hidupku. Yang bisa menerimaku apa adanya. Yang bisa membawaku lebih dekat dengan-nya. Yang tidak hanya mendampingi di saat bahagia. Tapi juga disaat aku paling tidak berdaya. 

Jadi aku membiarkan kamu yang telah melukaiku pergi. Biarlah kamu yang menyakiti hatiku berada jauh dari hidupku. Dan aku akan tersenyum berterima kasih pada hidup ini. Karena inilah saatnya aku menata hati. Inilah saatnya untuk aku menjadi lebih baik lagi.    

Dan aku ingin berterima kasih kepadamu yang pernah berani mengambil keputusan untuk tetap tinggal meskipun pada akhirnya memilih pergi. Kamu pernah membuatku begitu memiliki rasa yakin untuk terpilih meski pada akhirnya terasingkan. Aku pernah merasa bangga memlikimu meskipun pada akhirnya aku menjadi seseorang yang disembunyikan. 

Aku ingin berterima kasih bahwa kamu adalah seseorang yang bisa membuatku tersadar bahwa siapapun bisa berpura-pura menjadi seseorang yang paling menginginkan. Kamu mampu memberi embusan surgawi meskipun pada akhirnya panas neraka yang terasa. 

Aku ingin berterima kasih kepadamu yang pernah memberi ruang meski pada akhirnya aku menjadi seseorang yang merasa terusir. Kamu seseorang yang sudah membuatku merasa jadi diri sendiri meskipun pada akhirnya kamu membuatku kehilangan diriku lagi. 

Aku ingin berterima kasih kepadamu yang pernah membuatku merasa menemukan rumah, meskipun pada akhirnya harus kembali membuatku kehilangan arah. Setiap jengkal langkah yang pernah kita lalui bersama, meskipun pada akhirnya kini aku harus melalui seorang diri. Aku pernah menjadi seseorang yang kamu sayang, meskipun pada akhirnya harus menjadi yang terbuang. 

Aku ingin berterima kasih kepadamu yang sangat dalam ucapan-ucapan baiknya selalu mampu memberi tenang, meskipun pada akhirnya hanya menjadi sesuatu yang senantiasa terbayang. Kamu seseorang dengan sepasang mata yang pernah mempercayai bahwa sebuah tatap tanpa berucap mampu membuatku tenang, meskipun pada akhirnya hanya aku seorang yang harus menatap langkahmu yang kian jauh. 

Aku ingin berterima kasih kepadamu dengan sepasang kaki yang pernah membantuku menuntunku untuk menjadi manusia yang lebih berani, meskipun pada akhirnya kini harus aku sendiri yang mengarungi perjalanan tanpa ditemani. Kamu seseorang yang pernah meyakinkanku bahwa kita akan berakhir selamanya, meskipun pada akhirnya aku harus mencari kebenaran dimana letak hatimu ketika mengucapkannya. 

Aku ingin berterima kasih kepadamu yang pernah membuatku mengerti bahwa makan dipinggiran jalan itu sangat bahagia, meskipun pada akhirnya aku harus menikmatinya lagi tanpa pernah mampu berdua. 

Aku ingin berterima kasih kepadamu karena kebersamaan yang membuatku merasa ditopang, meskipun pada akhirnya harus membuatku akrab dengan rasa timpang. Kamu sudah mampu memberiku segenap rasa memiliki, meskipun pada akhirnya guratan luka harus tercipta oleh sebab langkah kaki yang pergi. 

Sekarang aku ingin berterima kasih kepada semua hal yang pada akhirnya berhasil aku lihat dengana mata kepalaku sendiri. Yang pada akhirnya berhasil aku dengar dengan menggunakan sepasang telingaku. Dan pada akhirnya, bisa membuat semua luruh. Semua hanya perihal bahwa segalanya harus berakhir dengan kenyataan yang terjadi tanpa pernah diduga-duga. 

Tetap mencoba untuk mencari hal baik pada ketidakbaikan yang jelas-jelas sudah ditampakkan, nyatanya membuat diri sendiri menjadi seseorang yang paling bodoh. Yang pada awalnya datang dengan membawa segenggam keyakinan bahwa semua hanya perihal proses yang harus dilewati untuk akhirnya mampu membersamai hidup. Ternyata, semesta yang membuat seseorang lainnya menjadi redup. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar