Ingkar
Hari ini aku menyesal, aku pernah berjanji untuk
tidak membuka daftar hitam mu di sosial media. Tetapi hari ini aku sudah
ingkar, karena rasa ingin tahuku semakin hari semakin kuat dan akupun
memutuskan untuk membuka daftar hitam itu. Aku hanya ingin sekedar tahu
bagaimana kamu setelah aku pergi apakah baik-baik saja atau mungkin sama apa
yang aku rasakan?
Namun penyesalanku dimulai saat aku melihat
postingan terbarumu yang nampaknya bahagia sekali dan baik-baik saja tanpaku.
Bahkan kamu tidak seperti sedang kehilangan. Tidak sampai disini sesalku. Aku
melihat wanita lain meninggalkan komentar dipostingan terbarumu itu. Dan kamu pun
membalasnya.
Aku tahu wanita yang meninggalkan komentar
dipostinganmu itu adalah wanita yang sedang kamu dekati sekarang.
Aku memutuskan untuk memblokirmu kembali. Semoga ini
adalah yang pertama dan terakhir aku masih ingin membuka daftar hitam mu di
sosial mediaku. Karena percuma saja, tidak akan merubah segalanya.
Mungkin kamu tertawa-tawa saat aku memilih untuk
memblokirmu, mungkin kamu berpikir ini adalah tindakan yang kekanak-kanakan dan
tidak dewasa. Menurutku ini adalah hal yang tepat. Aku mengambil waktuku untuk
aku yakin bahwa aku terbiasa tanpa update-anmu lagi. Aku berada ditahap
penyembuhan, dan aku merasa aku tidak sedang kalah ataupun childish.
Responmu pun tidak peduli. Ya wajar kamu tidak peduli,
secara kamu sudah ada gantinya. Aku pun belajar untuk tidak peduli denganmu.
Karena terlalu peka itu rumit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar