Rabu, 25 Desember 2019

Dan Akhirnya, Aku Mengerti!


Dan Akhirnya, Aku Mengerti! 



Seperti kata yang pernah aku katakan sebelumnya, bahwa kita bisa saja menasehati dan memberi saran kepada orang lain, tetapi belum tentu diri kita sendiri bisa melakukannya. Memberi saran yang sekiranya itu adalah jalan terbaik untuk mereka. Tetapi dari omongannya sendiri itu tidak dilakukan di dalam dirinya. Jatuhnya justru seperti kemakan omongannya sendiri. 

Sebagai contoh, ada yang menasehati seseorang dengan begitu bijak, karena setiap menjalani hubungan pasti akan ada masalah. Tidak selamanya menjalani hubungan itu akan lurus terus menerus, pasti akan ada lika-liku ujiannya. Dan kamu menasehati seseorang bila mempunyai masalah didalam hubungan  maka hal yang harus dilakukannya adalah akhiri permasalahan itu dan bukan mengakhiri hubungannya tersebut. Kamu bisa bilang begitu kepada orang lain. Tetapi tidak dengan dirimu. 

Mengapa kamu tidak bisa menjalankan perkataanmu didalam hubunganmu sendiri? Mengapa kamu harus mengakhiri hubungan dibandingkan kamu mengakhiri masalah yang ada? Perkataan yang telah kamu berikan ke orang lain tetapi tidak kamu tanamkan didalam hidupmu sendiri. 

Aku pun sadar, bahwa lelaki yang jauh umurnya lebih tua tidak menjaminkan lelaki itu akan dewasa. Yang kukira pola pikirmu lebih pintar sedikit dibanding aku yang selalu kamu bilang aku kekanakan, ternyata sama saja. 

Dua minggu sudah berlalu, yang aku kira kamu masih menenangkan dirimu sendiri setelah kita berpisah, memikirkan apa yang sudah terjadi. Tetapi aku salah. Aku salah sudah memikirkan tentangmu seperti itu. Kamu justru dengan cepatnya mencari yang lain dan kamu memakai cara yang sama seperti kamu mendekati aku waktu pertama kali. Atau ini adalah salah satu trik dari permainanmu? Akupun sudah mengetahuinya. Entah kamu mencari yang baru dengan waktu yang sangat cepat hanya untuk pelampiasan semata, atau memang dari dirimu ingin memilikinya benar-benar. Akupun tidak tahu. Aku tidak paham lagi dengan dirimu yang mengapa mudahnya menggantikan aku diposisi hatimu.  

Seketika hati dan pikiranku terbuka, bahwa kamu memang bukanlah yang terbaik. Harapanku pun kini musnah. Hilang seketika setelah aku mengetahui yang sebenarnya. Aku setelah berpisah denganmu mau mencari yang barupun aku tidak ingin. Tidak semudah yang kamu lakukan terhadapku. Kamu dengan mudahnya bisa melakukan itu. Aku tidak menyangka. Tetapi aku tidak mengapa. Itu hakmu. Aku hanya tidak paham apa sebenarnya yang ada dihatimu. Semudah itu melupakan dan semudah itu mengganti. Tidak ada lagi yang perlu aku tangisi, semua rasa sudah cukup. 

Perlahan rasaku semua memudar, dan akupun tidak berharap lagi kepadamu. Aku biarkan dirimu bahagia dengan pilihanmu yang baru. Jika kamu membaca tulisan ini, aku ingin mengatakan janganlah kamu mencari hanya dari fisik luarnya saja. Karena suatu hari nanti semua akan berubah. Cantik itu relatif. Jika kamu selalu melihat dari fisik seseorang, maka tidak akan ada habisnya. 

Seharusnya kamu lebih bersyukur apa yang sudah kamu miliki. Dan sudah seharusnya kamu menjaganya dengan baik. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar