Dan Akhirnya,
Aku Mengerti!
Seperti kata yang pernah aku katakan sebelumnya,
bahwa kita bisa saja menasehati dan memberi saran kepada orang lain, tetapi
belum tentu diri kita sendiri bisa melakukannya. Memberi saran yang sekiranya
itu adalah jalan terbaik untuk mereka. Tetapi dari omongannya sendiri itu tidak
dilakukan di dalam dirinya. Jatuhnya justru seperti kemakan omongannya sendiri.
Sebagai contoh, ada yang menasehati seseorang dengan
begitu bijak, karena setiap menjalani hubungan pasti akan ada masalah. Tidak
selamanya menjalani hubungan itu akan lurus terus menerus, pasti akan ada
lika-liku ujiannya. Dan kamu menasehati seseorang bila mempunyai masalah
didalam hubungan maka hal yang harus
dilakukannya adalah akhiri permasalahan itu dan bukan mengakhiri hubungannya
tersebut. Kamu bisa bilang begitu kepada orang lain. Tetapi tidak dengan
dirimu.
Mengapa kamu tidak bisa menjalankan perkataanmu
didalam hubunganmu sendiri? Mengapa kamu harus mengakhiri hubungan dibandingkan
kamu mengakhiri masalah yang ada? Perkataan yang telah kamu berikan ke orang
lain tetapi tidak kamu tanamkan didalam hidupmu sendiri.
Aku pun sadar, bahwa lelaki yang jauh umurnya lebih
tua tidak menjaminkan lelaki itu akan dewasa. Yang kukira pola pikirmu lebih
pintar sedikit dibanding aku yang selalu kamu bilang aku kekanakan, ternyata
sama saja.
Dua minggu sudah berlalu, yang aku kira kamu masih
menenangkan dirimu sendiri setelah kita berpisah, memikirkan apa yang sudah
terjadi. Tetapi aku salah. Aku salah sudah memikirkan tentangmu seperti itu.
Kamu justru dengan cepatnya mencari yang lain dan kamu memakai cara yang sama
seperti kamu mendekati aku waktu pertama kali. Atau ini adalah salah satu trik
dari permainanmu? Akupun sudah mengetahuinya. Entah kamu mencari yang baru
dengan waktu yang sangat cepat hanya untuk pelampiasan semata, atau memang dari
dirimu ingin memilikinya benar-benar. Akupun tidak tahu. Aku tidak paham lagi
dengan dirimu yang mengapa mudahnya menggantikan aku diposisi hatimu.
Seketika hati dan pikiranku terbuka, bahwa kamu
memang bukanlah yang terbaik. Harapanku pun kini musnah. Hilang seketika
setelah aku mengetahui yang sebenarnya. Aku setelah berpisah denganmu mau
mencari yang barupun aku tidak ingin. Tidak semudah yang kamu lakukan
terhadapku. Kamu dengan mudahnya bisa melakukan itu. Aku tidak menyangka.
Tetapi aku tidak mengapa. Itu hakmu. Aku hanya tidak paham apa sebenarnya yang
ada dihatimu. Semudah itu melupakan dan semudah itu mengganti. Tidak ada lagi
yang perlu aku tangisi, semua rasa sudah cukup.
Perlahan rasaku semua memudar, dan akupun tidak
berharap lagi kepadamu. Aku biarkan dirimu bahagia dengan pilihanmu yang baru.
Jika kamu membaca tulisan ini, aku ingin mengatakan janganlah kamu mencari
hanya dari fisik luarnya saja. Karena suatu hari nanti semua akan berubah.
Cantik itu relatif. Jika kamu selalu melihat dari fisik seseorang, maka tidak akan
ada habisnya.
Seharusnya kamu lebih bersyukur apa yang sudah kamu
miliki. Dan sudah seharusnya kamu menjaganya dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar