Untuk Diriku
Yang Kamu Tinggalkan
Haruskah yang pergi aku perjuangkan atau justru aku
harus merelakannya? Hal ini membuatku menjadi dilema. Dan parahnya ketika sakit
hati itu dirasakan. Apa yang seharusnya bisa aku lakukan? Aku sedih, dan aku
kecewa. Ini adalah hal yang wajar dialami setiap manusia. Kamu tahu luka secara
fisik karena terjatuh atau terkena pisau? Sesuatu yang bisa dilihat, karena itu
adalah luka luar yang kita bisa melihat proses penyembuhannya. Yang akan
perlahan membaik.
Di dalam hati jika disakiti luka itu juga ada, dan prosesnya
juga sama. Hanya bedanya kalo luka diluar kita bisa melihat penyembuhannya.
Kalau di dalam apakah kamu bisa melihat penyembuhannya seperti apa?
Cara yang
kujalani yang menurutku tepat adalah aku harus mengeluarkan semua hal supaya
aku sendiri bisa melihat proses penyembuhannya seperti apa. Salah satu caraku
yaitu dengan menulis. Ketika sakit hati aku merasakan semua campur aduk, ada
rasa kesal, sedih. Tapi hal yang harus aku lakukan adalah jangan biarkan semua
itu bergerumbul didalam, aku mencoba keluarkan lewat tulisan ini. Aku
menggambarkan diriku dalam sebuah tulisan.
Ada hal lain yang bisa aku lakukan, dengan berbaik
sangka dan memohon kepada-Nya. Aku harus berbaik sangka walaupun aku dalam
keadaan terpuruk. Aku harus berpikir pasti ada hal yang baik dari semua ini.
Walaupun tidak mudah, tetapi pasti Tuhan akan mengirimkan yang lebih tepat dari
kamu. Walaupun sekarang belum ada, aku akan berbaik sangka terlebih dahulu dan
memohon.
Kamu tahu ketika doa seseorang yang sedang patah
hati akan selalu di dengarkan oleh Tuhan.
Ada seseorang bilang “Ditinggalkan bukan berarti
kehilangan. Mungkin saja yang terbaik tengah Tuhan persiapkan.” Dari perkataan
itu aku bisa memahami bahwa aku harus berbaik sangka dan terus memohon. Aku
harus yakin yang terbaik pasti akan datang lebih baik lagi.
Apakah aku harus mengkarantina hatiku? Dengan cara
blok sosial mediamu, unfollow dan delete contactmu. Mungkin ini cara yang
ekstrim, tapi hatiku layak untuk itu. Karena selama aku masih follow sosial
mediamu akan ada timeline muncul yang pastinya akan kebaca, kepikiran, dan merasakan
akan sesuatu. Aku ingin benar-benar serius untuk melupakanmu. Karantina untuk
sementara dan aku mempunyai alasan, karena aku butuh proses penyembuhan.
Mungkin berat untuk dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar