Selasa, 31 Desember 2019

Catatan Akhir Desember


Catatan Akhir Desember



Di penghujung bulan ini, aku ingin mengucapkan selamat tinggal untukmu meski rasanya sangat berat. Untukmu yang sudah meninggalkanku begitu lama sampai pada akhirnya kamu sudah lupa untuk pulang. Aku akan mencoba membuka lembaran baru diawal tahun nanti. Semoga diawal tahun yang baru adalah tahun yang membuatku beruntung. Tahun dimana aku bisa berhasil untuk melupakan semua tentangmu. 

Jika saat itu kita masih bertekad untuk mempertahankan mungkin belum tentu kamu sebahagia sekarang. Jika memang ini adalah yang terbaik maka aku akan lakukan. Dengan adanya perpisahan, kamu pasti akan mendapatkan yang baru. Yang mungkin lebih tepat. Dan mungkin lebih bisa mengerti kamu. 

Hidup nyatanya baik-baik saja tanpa dirimu. Bahkan bisa menjadi lebih baik dari hal-hal yang pernah kujalani di masa lalu. Setelah hari-hari sedihku berlalu, hidup juga adalah perkara tentang merelakan. Merelakan sesuatu yang bukan milik kita lagi. Saat kamu memilih pergi, hampir separuh warasku terbawa lari olehmu. Aku berkali-kali berada di titik terburuk untuk urusan perasaan. 

Aku mengikhlaskannya dengan lapang dada. Kamu tahu, aku sudah melepaskan semua yang kamu inginkan. Aku tanpamu hanyalah manusia dengan impian besar, tetapi rentan patah hati. Biarlah semua berjalan pelan saat ini. Maafkan aku jika saat itu aku tidak bisa menjadi wanita terbaik untukmu. Aku hanya ingin kamu sedikit lebih mengerti. Tetapi kamu sudah menyerah disaat aku masih ingin mempertahankan. Jika kamu benar-benar memahamiku, kamu tidak akan melewatkanku. 

Kamu adalah sesuatu yang kubayangkan tentang bahagia. Tetapi kamu begitu keras. Di setiap moment kita memang tak banyak, waktu kita juga memang tak lama. Tapi tangisanku adalah semua tentangmu. Aku rindu, rindu sekali. Aku hanya bisa memendam. Hatiku yang tidak lagi mampu untuk mengungkapkan dalam kegelisahan yang bisu. 

Terkadang aku berpikir kamu tidak cukup serius waktu dulu untuk merasa diriku sedang diperjuangkan. Apa yang kamu perbuat hanya apa adanya. Seharusnya kamu memperlakukan aku seperti seseorang yang sedang dijaga dengan begitu eratnya. Bukan berarti aku menuntut lebih. 

Mungkin dengan jalan kita yang sekarang kita tidak sedang benar-benar berpisah, hanya saja dijauhkan sebentar. Diperbaiki oleh orang lain, belajar untuk jauh lebih dewasa, lalu dipertemukan lagi untuk memperbaiki apa yang sempat hilang kemarin. 

Aku akan menemukan cara dan kekuatan agar bisikan-bisikan hati yang selama ini gagal untuk aku wujudkan menjadi sebuah keputusan nyata bisa terealisasikan. 

Aku akan menemukan bantuan dan petunjuk untuk mampu membuat pilihan-pilihan yang berbeda dalam hidup, agar tidak mengulang pola-pola lampau yang melelahkan. 

Dan aku akan menemukan diriku berada dala situasi yang lebih baik tanpa dirimu. Kamu tahu ada saat dimana rindu tidak butuh bertemu dan saat dimana saling melepaskan tidak butuh saling mengabarkan. Selamat berjuang, sayang. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar