Catatan Akhir
Desember
Di penghujung bulan ini, aku ingin mengucapkan
selamat tinggal untukmu meski rasanya sangat berat. Untukmu yang sudah
meninggalkanku begitu lama sampai pada akhirnya kamu sudah lupa untuk pulang.
Aku akan mencoba membuka lembaran baru diawal tahun nanti. Semoga diawal tahun
yang baru adalah tahun yang membuatku beruntung. Tahun dimana aku bisa berhasil
untuk melupakan semua tentangmu.
Jika saat itu kita masih bertekad untuk
mempertahankan mungkin belum tentu kamu sebahagia sekarang. Jika memang ini
adalah yang terbaik maka aku akan lakukan. Dengan adanya perpisahan, kamu pasti
akan mendapatkan yang baru. Yang mungkin lebih tepat. Dan mungkin lebih bisa
mengerti kamu.
Hidup nyatanya baik-baik saja tanpa dirimu. Bahkan
bisa menjadi lebih baik dari hal-hal yang pernah kujalani di masa lalu. Setelah
hari-hari sedihku berlalu, hidup juga adalah perkara tentang merelakan. Merelakan
sesuatu yang bukan milik kita lagi. Saat kamu memilih pergi, hampir separuh
warasku terbawa lari olehmu. Aku berkali-kali berada di titik terburuk untuk
urusan perasaan.
Aku mengikhlaskannya dengan lapang dada. Kamu tahu,
aku sudah melepaskan semua yang kamu inginkan. Aku tanpamu hanyalah manusia
dengan impian besar, tetapi rentan patah hati. Biarlah semua berjalan pelan
saat ini. Maafkan aku jika saat itu aku tidak bisa menjadi wanita terbaik
untukmu. Aku hanya ingin kamu sedikit lebih mengerti. Tetapi kamu sudah
menyerah disaat aku masih ingin mempertahankan. Jika kamu benar-benar
memahamiku, kamu tidak akan melewatkanku.
Kamu adalah sesuatu yang kubayangkan tentang
bahagia. Tetapi kamu begitu keras. Di setiap moment kita memang tak banyak,
waktu kita juga memang tak lama. Tapi tangisanku adalah semua tentangmu. Aku
rindu, rindu sekali. Aku hanya bisa memendam. Hatiku yang tidak lagi mampu
untuk mengungkapkan dalam kegelisahan yang bisu.
Terkadang aku berpikir kamu tidak cukup serius waktu
dulu untuk merasa diriku sedang diperjuangkan. Apa yang kamu perbuat hanya apa
adanya. Seharusnya kamu memperlakukan aku seperti seseorang yang sedang dijaga
dengan begitu eratnya. Bukan berarti aku menuntut lebih.
Mungkin dengan jalan kita yang sekarang kita tidak
sedang benar-benar berpisah, hanya saja dijauhkan sebentar. Diperbaiki oleh
orang lain, belajar untuk jauh lebih dewasa, lalu dipertemukan lagi untuk
memperbaiki apa yang sempat hilang kemarin.
Aku akan menemukan cara dan kekuatan agar
bisikan-bisikan hati yang selama ini gagal untuk aku wujudkan menjadi sebuah
keputusan nyata bisa terealisasikan.
Aku akan menemukan bantuan dan petunjuk untuk mampu
membuat pilihan-pilihan yang berbeda dalam hidup, agar tidak mengulang
pola-pola lampau yang melelahkan.
Dan aku akan menemukan diriku berada dala situasi
yang lebih baik tanpa dirimu. Kamu tahu ada saat dimana rindu tidak butuh
bertemu dan saat dimana saling melepaskan tidak butuh saling mengabarkan.
Selamat berjuang, sayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar