Melupakan
Kunci melupakan yaitu dengan niat. Apapun itu
alasannya. Tetapi aku merasa sangat sulit untuk melupakan. Ada apa dengan
diriku? Atau karena dari lubuk hatiku yang paling dalam sebenarnya masih ada
harapan? Mungkin masih bisa balik lagi. Karena harapan itulah yang membuatku
susah untuk move on. Aku selalu berharap, berharap, dan terus berharap.
Tujuannya hanya niat. Karena aku tahu bukan kamu, kalau aku benar-benar
melepaskan dan merelakan aku akan berhenti berharap sedikitpun. Karena dengan
aku tidak berharap lagi mungkin aku bisa bergerak untuk melupakanmu.
Aku tidak bisa berdiam diri memikirkan. Aku harus
bergerak dan beraktivitas, melakukan hal-hal kebiasaan baru yang tidak ada
hubungannya denganmu. Bertemu dengan orang-orang lain, lakukan hal-hal yang
positif. Intinya aku harus bergerak yang diawali dengan niat.
Aku akan mengambil hikmah dari ini semua saat kamu
meninggalkan. Aku melihat dari kacamata yang positif. Bahwa tidak ada orang di
dunia ini yang mau patah hati, tidak ada orang yang mau terluka. Tapi kadang,
ketika aku ditinggal pergi mungkin itu adalah waktu untukku agar bisa mengenal
dan mengetahui siapa diriku sebenarnya. Siapa sebenarnya yang aku mau, kriteria
seperti apa, karena kadang orang yang kita mau dan kita butuhkan berbeda. Dan
kita sendiri tidak tahu orang seperti apa yang kita butuhkan dalam hidup.
Ketika aku ditinggalkan, mungkin itu juga waktunya
untukku agar bisa lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Ketika aku ditinggalkan
mungkin disitulah aku akan berproses untuk bisa lebih menghargai orang yang
baik datang dalam hidupku. Dan bagaimana aku menyikapinya.
“Ketika tuhan mengizinkan seseorang itu pergi dari
hidupmu, jangan kecewa tapi coba ambil hikmahnya.” Karena sama, ketika tuhan
mengizinkan orang tersebut datang dalam hidupmu dengan sebuah alasan, Tuhan
juga mengizinkan orang itu pergi dari hidupmu karena juga sebuah alasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar