Minggu, 22 Desember 2019

Melupakan


Melupakan


Kunci melupakan yaitu dengan niat. Apapun itu alasannya. Tetapi aku merasa sangat sulit untuk melupakan. Ada apa dengan diriku? Atau karena dari lubuk hatiku yang paling dalam sebenarnya masih ada harapan? Mungkin masih bisa balik lagi. Karena harapan itulah yang membuatku susah untuk move on. Aku selalu berharap, berharap, dan terus berharap.  

Tujuannya hanya niat. Karena aku tahu bukan kamu, kalau aku benar-benar melepaskan dan merelakan aku akan berhenti berharap sedikitpun. Karena dengan aku tidak berharap lagi mungkin aku bisa bergerak untuk melupakanmu. 

Aku tidak bisa berdiam diri memikirkan. Aku harus bergerak dan beraktivitas, melakukan hal-hal kebiasaan baru yang tidak ada hubungannya denganmu. Bertemu dengan orang-orang lain, lakukan hal-hal yang positif. Intinya aku harus bergerak yang diawali dengan niat. 

Aku akan mengambil hikmah dari ini semua saat kamu meninggalkan. Aku melihat dari kacamata yang positif. Bahwa tidak ada orang di dunia ini yang mau patah hati, tidak ada orang yang mau terluka. Tapi kadang, ketika aku ditinggal pergi mungkin itu adalah waktu untukku agar bisa mengenal dan mengetahui siapa diriku sebenarnya. Siapa sebenarnya yang aku mau, kriteria seperti apa, karena kadang orang yang kita mau dan kita butuhkan berbeda. Dan kita sendiri tidak tahu orang seperti apa yang kita butuhkan dalam hidup.  

Ketika aku ditinggalkan, mungkin itu juga waktunya untukku agar bisa lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Ketika aku ditinggalkan mungkin disitulah aku akan berproses untuk bisa lebih menghargai orang yang baik datang dalam hidupku. Dan bagaimana aku menyikapinya. 

“Ketika tuhan mengizinkan seseorang itu pergi dari hidupmu, jangan kecewa tapi coba ambil hikmahnya.” Karena sama, ketika tuhan mengizinkan orang tersebut datang dalam hidupmu dengan sebuah alasan, Tuhan juga mengizinkan orang itu pergi dari hidupmu karena juga sebuah alasan.   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar