Kamis, 23 Januari 2020

Aku Juga Bisa Bahagia


Aku Juga Bisa Bahagia



Aku tahu pada akhirnya kita hanya akan menjadi kisah tak berarti. Tapi perlu kamu ingat juga, bahwa hari-hari yang kamu lalui sebelumnya tak luput dari cerita aku dan kamu yang sama-sama melawan luka. 

Kamu juga pasti tahu bagaimana rasanya hancur saat ditinggalkan kemudian perlahan tak dipedulikan oleh orang yang kamu harapkan. Sakit bukan? 

Aku tak mengharap kepedulianmu, juga kembalimu. Aku tak ingin memaksa sesuatu yang sudah seharusnya pergi menjadi tinggal kembali karena aku yang memaksa keadaan. Seperti yang kamu bilang bahwa aku harus bahagia, aku percaya bahwa aku bisa, bahwa aku akan. Meskipun aku berjalan pelan-pelan, menoleh ke belakang, yang ternyata kamu sudah melangkahkan kaki menuju persimpangan lain. Kita tak lagi sejalan, dan kini aku tahu bahwa langkah yang bersamaan belum tentu berakhir pada satu tujuan. 

Aku masih mencoba menemukan bahagia yang kamu bilang. Tapi diakhir malam selalu saja tak ada. Entah kemana perginya bahagia yang harus kutemukan itu, mungkin ia sembunyi? Karena takut akan aku yang terlalu lemah menghadapi kecewa setelah adanya bahagia? 

Aku juga bisa bahagia. Iya, aku percaya. Tapi bahagia karena apa? Bukankah bahagiaku sederhana, mendengar bahwa kamu baik-baik saja sudah membuatku luka yang semula ada jadi tidak kenapa-kenapa. 

Jika nanti kamu menemukan aku sudah bahagia dengan sebenar-benarnya. Percayalah, bahwa malam-malam yang aku lalui sebelumnya selalu berakhir kecewa. Karena pada siang hari hingga senja perlahan menghilang. Aku hanya berharap bahwa kamu akan kembali membawa tawa. Tapi kamu tak kunjung ada. 

Sesekali kamu hadir dalam mimpi, menegaskan bahwa kamu memang tak pernah benar-benar nyata. Iya, nanti aku bahagia, ya. Seperti yang kamu mau. Tapi aku juga butuh waktu. Tak usah pedulikan seberapa lama aku butuh waktu untuk itu, bukan urusanmu. Tulus dari hati kuucapkan terima kasih. Dulu kukira bahwa perasaan yang tulus meski tak harus memliki itu hanya bualan semata. Tapi ternyata, aku mengalaminya. Kamu juga harus bahagia, meskipun dengan dia, yang diam-diam kudoakan dia mati saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar