Aku Juga Bisa
Bahagia
Aku
tahu pada akhirnya kita hanya akan menjadi kisah tak berarti. Tapi perlu kamu
ingat juga, bahwa hari-hari yang kamu lalui sebelumnya tak luput dari cerita
aku dan kamu yang sama-sama melawan luka.
Kamu
juga pasti tahu bagaimana rasanya hancur saat ditinggalkan kemudian perlahan
tak dipedulikan oleh orang yang kamu harapkan. Sakit bukan?
Aku
tak mengharap kepedulianmu, juga kembalimu. Aku tak ingin memaksa sesuatu yang
sudah seharusnya pergi menjadi tinggal kembali karena aku yang memaksa keadaan.
Seperti yang kamu bilang bahwa aku harus bahagia, aku percaya bahwa aku bisa,
bahwa aku akan. Meskipun aku berjalan pelan-pelan, menoleh ke belakang, yang
ternyata kamu sudah melangkahkan kaki menuju persimpangan lain. Kita tak lagi
sejalan, dan kini aku tahu bahwa langkah yang bersamaan belum tentu berakhir
pada satu tujuan.
Aku
masih mencoba menemukan bahagia yang kamu bilang. Tapi diakhir malam selalu
saja tak ada. Entah kemana perginya bahagia yang harus kutemukan itu, mungkin
ia sembunyi? Karena takut akan aku yang terlalu lemah menghadapi kecewa setelah
adanya bahagia?
Aku
juga bisa bahagia. Iya, aku percaya. Tapi bahagia karena apa? Bukankah
bahagiaku sederhana, mendengar bahwa kamu baik-baik saja sudah membuatku luka
yang semula ada jadi tidak kenapa-kenapa.
Jika
nanti kamu menemukan aku sudah bahagia dengan sebenar-benarnya. Percayalah,
bahwa malam-malam yang aku lalui sebelumnya selalu berakhir kecewa. Karena pada
siang hari hingga senja perlahan menghilang. Aku hanya berharap bahwa kamu akan
kembali membawa tawa. Tapi kamu tak kunjung ada.
Sesekali
kamu hadir dalam mimpi, menegaskan bahwa kamu memang tak pernah benar-benar
nyata. Iya, nanti aku bahagia, ya. Seperti yang kamu mau. Tapi aku juga butuh
waktu. Tak usah pedulikan seberapa lama aku butuh waktu untuk itu, bukan
urusanmu. Tulus dari hati kuucapkan terima kasih. Dulu kukira bahwa perasaan
yang tulus meski tak harus memliki itu hanya bualan semata. Tapi ternyata, aku
mengalaminya. Kamu juga harus bahagia, meskipun dengan dia, yang diam-diam
kudoakan dia mati saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar