Kamis, 30 Januari 2020

Berdamai Dengan Masa Lalu


Berdamai Dengan Masa Lalu



Perlahan aku sedang mencoba berdamai dengan masa laluku, berdamai dengan diriku yang sedang berontak ini, dan hati yang sedang hancur sehancurnya. Aku berusaha mengumpulkan semua kepingan yang tersisa untuk aku perbaiki kembali. Aku memperbaiki ini semua sendiri, tanpa bantuan siapapun. Hanya diriku sendiri lah yang dapat memulihkannya. 

Aku mencoba berdamai dengan masa lalu dan aku akan memperbaiki diriku untuk kedepannya. Aku lelah menyiksa diriku karena egoku sendiri. Aku lebih mementingkan ego sampai logika dan hatiku tidak berjalan. Ternyata aku sadar, selama ini aku hanya memaksakan begitu cepat untuk aku bisa melupakanmu masa lalu. 

Aku lupa hati ini sedang patah, dia butuh istirahat. Tetapi aku tetap memaksakannya. Perihal memaksa untuk melupa dan mengingatnya kembali. Selama ini aku tidak mengikuti alurnya dengan baik. Aku hanya mengikuti kemauanku sampai aku lupa hatiku tersakiti lagi dan lagi. 

Sekarang saatnya aku bangkit, berdamai dengan masa laluku dan memaafkan diriku sendiri. Kamu tahu, semenjak kepergianmu aku merasa sedang berkelahi dengan diriku sendiri, seperti aku tidak bisa untuk memaafkan diriku sendiri. Ini adalah hal yang tidak baik. Aku harus bisa merubah semuanya. 

Aku harus bisa menerima diri, menerima kenyataan, bahwa kamu memang benar-benar sudah tak jadi milikku. Mulai saat ini aku akan mencoba terbiasa dengan storymu di sosial media, karena aku ingin mencoba biasa saja saat aku melihatnya. 

Seandainya suatu saat nanti hubunganmu baru di publish aku akan terbiasa melihat. Yang pada akhirnya aku memutuskan semuanya untuk berjalan seperti biasa. Tidak ada blokir apapun di sosial media, dan whatsappmu aku save kembali. Tak apa seandainya nanti aku melihat hubungan barumu yang di publish, karena aku juga pernah merasakan diposisi itu. Aku tak mengapa, dan tidak ada masalah. 

Aku akan acuh jika melihat, dan aku pun tidak peduli. Aku ingin berjalan semua sesuai alurnya. Aku tidak ingin memaksakan egoku terus menerus yang membuat diri ini seperti merasa dikurung dalam kesakitan. Mungkin cara ini yang akan membuat aku bisa lebih dewasa, dengan aku merasakan sakit rasanya dikhianati. Semoga ini jalan menuju aku dewasa. Kamu tahu, menjadi dewasa itu tidak mudah.  Setiap kejadian pasti ada pembelajaran didalamnya. Aku akan bangkit dengan caraku sendiri, walaupun kadang menyakitkan tapi tak apa, itu caraku. 

Semoga aku bisa berdamai dengan masa laluku, dan aku bisa memaafkan diriku sendiri. Dan yang terpenting aku bisa memperbaiki hati agar utuh menjadi seperti semula, walaupun tidak sebaik dulu sebelum mengenal yang namanya cinta.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar