Minggu, 19 Januari 2020

Bayanganmu


Bayanganmu



Hai, kamu apa kabar? Semoga kamu baik-baik saja ya. Entah kenapa setiap kali mata ini kupejamkan sekuat tenaga, entah kenapa yang selalu terlintas adalah bayanganmu, entah mengapa setiap kali aku mencoba untuk melupakanmu wajahmu selalu muncul. Muncul secara bertubi-tubi menghantuiku. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? 

Sudah aku muak dengan semua ini. Biarkan hidupku tenang. Aku tidak bisa hidup dihantui dengan bayang-bayanganmu. Dan kenapa, kenapa kita harus bertemu jika hanya sakit yang kamu berikan. Mengapa bayanganmu selalu menghantuiku tanpa henti, meski aku telah mencoba sekuat tenaga untuk menghilangkannya. 

Hampir setiap hari bayanganmu selalu ada meski tak nyata. Semua bayanganmu mengingatkan aku dengan satu hal yang membuat aku perih, namun sulit juga untuk dilupakan. Bayanganmu selalu hadir. Disaat kamu tersenyum kepadaku atau sedang marah sekalipun. Entah mengapa bayangan itu selalu ada. 

Bayanganmu selalu hadir disaat aku sedang sendiri, tetapi tidak jarang juga bayanganmu hadir disaat aku sedang berada dikeramaian. Aku selalu berkhayal dengan bayang-bayanganmu. Dan aku selalu mengucap kata “seandainya”. Kata itu lah yang sebenarnya penuh harap. Harap akan dirimu. 

Aku membayangkan dirimu seperti aku kembali ke masa lalu. Aku masih ingat semua dari kita awal bertemu sampai kita berpisah. Bayanganmu tak pernah hilang dari pikiranku. Memori di otakku cukup kuat untuk mengingatnya semua segala kejadian yang pernah kita lewati. Sampai sekarangpun aku masih membayangkan seandainya kita seperti dulu. Tidak bayanganmu saja yang menghantuiku ternyata, tetapi tentang masa lalu kita semua yang sudah pernah kita lewati bersama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar