Bayanganmu
Hai,
kamu apa kabar? Semoga kamu baik-baik saja ya. Entah kenapa setiap kali mata
ini kupejamkan sekuat tenaga, entah kenapa yang selalu terlintas adalah
bayanganmu, entah mengapa setiap kali aku mencoba untuk melupakanmu wajahmu
selalu muncul. Muncul secara bertubi-tubi menghantuiku. Sebenarnya apa yang
sudah terjadi?
Sudah
aku muak dengan semua ini. Biarkan hidupku tenang. Aku tidak bisa hidup
dihantui dengan bayang-bayanganmu. Dan kenapa, kenapa kita harus bertemu jika
hanya sakit yang kamu berikan. Mengapa bayanganmu selalu menghantuiku tanpa
henti, meski aku telah mencoba sekuat tenaga untuk menghilangkannya.
Hampir
setiap hari bayanganmu selalu ada meski tak nyata. Semua bayanganmu
mengingatkan aku dengan satu hal yang membuat aku perih, namun sulit juga untuk
dilupakan. Bayanganmu selalu hadir. Disaat kamu tersenyum kepadaku atau sedang
marah sekalipun. Entah mengapa bayangan itu selalu ada.
Bayanganmu
selalu hadir disaat aku sedang sendiri, tetapi tidak jarang juga bayanganmu
hadir disaat aku sedang berada dikeramaian. Aku selalu berkhayal dengan
bayang-bayanganmu. Dan aku selalu mengucap kata “seandainya”. Kata itu lah yang
sebenarnya penuh harap. Harap akan dirimu.
Aku
membayangkan dirimu seperti aku kembali ke masa lalu. Aku masih ingat semua dari
kita awal bertemu sampai kita berpisah. Bayanganmu tak pernah hilang dari
pikiranku. Memori di otakku cukup kuat untuk mengingatnya semua segala kejadian
yang pernah kita lewati. Sampai sekarangpun aku masih membayangkan seandainya
kita seperti dulu. Tidak bayanganmu saja yang menghantuiku ternyata, tetapi
tentang masa lalu kita semua yang sudah pernah kita lewati bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar