Selepas Kita
Aku
sudah banyak membunuh harapan-harapan mati, aku sudah sering mengubur
janji-janji tak berisi, aku sudah banyak meredam tangis yang tak ingin jatuh di
pipi.
Kamu
buat aku meratap setelah kamu berusaha membuat kita begitu dekat, lalu pergi
meninggalkan sekat tanpa pamit dan tanpa memberi kejelasan apa yang harus
kuperbuat.
Aku
pernah amat terluka, setelah kamu campakkan begitu lara. Kamu tancapkan duri
pada hati tempat namamu terpatri dengan segala rasa yang telah kususun rapi.
Kamu tawarkan manis tapi akhirnya pahitlah yang harus kukecap. Cintamu dusta.
Aku
yang bodoh, karen telah membuka hati untukmu yang tak bisa memberi bukti. Aku
yang bodoh, karena telah memberikanmu kesempatan untuk menggores luka lalu
pergi meninggalkan.
Tapi
aku takkan pernah menyalahkan takdir untuk kisah yang membuat hidupku semakin
getir, karena dengan inilah aku mendewasa, karena dengan inilah aku mengerti
arti kata berharga. Jika aku tak pernah merasakan pedih ini sebelumnya, mungkin
aku akan terus menerus terjerembab dalam rasa yang percuma.
Hadirmu
yang telah mengajarkanku arti kata cinta lalu mengajarkan aku arti kata melupa,
akan tetap kusimpan dalam bilik kenangan. Aku tak akan memusnahkannya bukan
karena aku masih cinta, tapi aku ingin terus dibuat mengerti bahwa patah hati
tak melulunya soal perkara menangisi yang telah pergi, tapi juga tentang
mengerti arti kesadaran diri.
Sudah
banyak jenis rasa yang kusesapi, sudah banyak jenis jalanan kulalui. Siang
berganti malam, musim demi musim berganti sepanjang masa. Aku sudah terbiasa
menerima luka.
Takdir
tuhan mungkin memang sedikit rumit, meski sulit akan tetap bersabar menjalani
nasib. Aku selalu percaya bahwa selepas pergimu akan ada pengganti yang lebih
baik. Mungkin waktu akan lebih sering menguji sabarku, tapi biarlah, itu lebih
baik daripada hatiku harus terus menerus dirundung pilu oleh luka-luka. Untuk
sabar yang panjang, untuk penantian yang tak berkesudahan, aku akan tetap
berjalan sendirian dengan keyakinan penuh pada Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar