Jumat, 24 Januari 2020

Selepas Kita


Selepas Kita



Aku sudah banyak membunuh harapan-harapan mati, aku sudah sering mengubur janji-janji tak berisi, aku sudah banyak meredam tangis yang tak ingin jatuh di pipi. 

Kamu buat aku meratap setelah kamu berusaha membuat kita begitu dekat, lalu pergi meninggalkan sekat tanpa pamit dan tanpa memberi kejelasan apa yang harus kuperbuat.

Aku pernah amat terluka, setelah kamu campakkan begitu lara. Kamu tancapkan duri pada hati tempat namamu terpatri dengan segala rasa yang telah kususun rapi. Kamu tawarkan manis tapi akhirnya pahitlah yang harus kukecap. Cintamu dusta. 

Aku yang bodoh, karen telah membuka hati untukmu yang tak bisa memberi bukti. Aku yang bodoh, karena telah memberikanmu kesempatan untuk menggores luka lalu pergi meninggalkan. 

Tapi aku takkan pernah menyalahkan takdir untuk kisah yang membuat hidupku semakin getir, karena dengan inilah aku mendewasa, karena dengan inilah aku mengerti arti kata berharga. Jika aku tak pernah merasakan pedih ini sebelumnya, mungkin aku akan terus menerus terjerembab dalam rasa yang percuma. 

Hadirmu yang telah mengajarkanku arti kata cinta lalu mengajarkan aku arti kata melupa, akan tetap kusimpan dalam bilik kenangan. Aku tak akan memusnahkannya bukan karena aku masih cinta, tapi aku ingin terus dibuat mengerti bahwa patah hati tak melulunya soal perkara menangisi yang telah pergi, tapi juga tentang mengerti arti kesadaran diri. 

Sudah banyak jenis rasa yang kusesapi, sudah banyak jenis jalanan kulalui. Siang berganti malam, musim demi musim berganti sepanjang masa. Aku sudah terbiasa menerima luka. 

Takdir tuhan mungkin memang sedikit rumit, meski sulit akan tetap bersabar menjalani nasib. Aku selalu percaya bahwa selepas pergimu akan ada pengganti yang lebih baik. Mungkin waktu akan lebih sering menguji sabarku, tapi biarlah, itu lebih baik daripada hatiku harus terus menerus dirundung pilu oleh luka-luka. Untuk sabar yang panjang, untuk penantian yang tak berkesudahan, aku akan tetap berjalan sendirian dengan keyakinan penuh pada Tuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar