Salahkah Menjadi
Introvert?
Introvert
diidentikkan kepada seseorang yang cenderung pendiam, jarang bergaul, dan
sejenisnya. Aku berpikir introvert tidaklah semua seperti itu. Introvert adalah
sebuah gaya interaksi yang menunjukkan bahwa sebelum ia berbicara ia mengunyah
sendiri kata demi kata yang akan ia lontarkan nantinya.
Introvert
akan jauh dari kata “tong kosong nyaring bunyinya”, bahkan bisa jadi gaya
interaksinya lebih menyenangi bergerak ketimbang beragumentasi. Kamu pernah bilang bahwa aku tidak bisa
memberi ruang untuk diriku sendiri dan tidak bisa memberi ruang untuk dirimu.
Padahal aku sudah memberi ruang kebebasan untuk dirimu sepenuhnya, dan ruang
untuk diriku ya seperti ini, akupun nyaman dengan keadaanku sendiri. Jangan
samakan aku dengan dirimu karena pribadi kita berbeda.
Seharusnya
hubungan itu sama-sama merasa ada untuk satu sama lain. Kamu tidak suka dengan
pribadiku yang seperti ini, dan ini juga salah satu alasan kamu untuk
mengakhiri hubungan. Kamu meminta aku untuk berubah seperti dirimu, tapi maaf
aku tak bisa. Memaksa seseorang untuk mengubah kepribadiannya agar sama
sepertimu, sama saja menyuruh orang lumpuh untuk berjalan normal seperti
dirimu.
Tidak
ada salahnya dari orang introvert karena sama-sama manusia dengan karakter yang
berbeda. Hanya saja kadang rasa nyamanku ketika berada dikesunyian dan
kesendirian tetapi jangan salah dikesunyian ini aku menghabiskan waktu untuk
menulis. Aku menulis apa yang aku rasakan karena aku tidak memiliki cara lain
untuk mengungkapkannya.
Bersosialisasi
tidak ada ceritanya introvert itu tidak bisa sosialisasi dengan baik. Mungkin
introvert ini tidak bisa dihilangkan, karena ini bukan penyakit melainkan jenis
karakter, sifat, kepribadian seseorang.
Aku
adalah orang yang sangat terobsesi dengan ruangku sendiri dan kesendirian. Jika
aku ingin menghabiskan waktu denganmu atau sering berbicara kepadamu,
ketahuilah kamu itu spesial bagiku. Introvert sangat peka dengan segala hal
disekitarnya. Hanya saja bersikap seolah-olah tidak mengetahui.
Introvert
juga cenderung tidak menyukai suasana yang gaduh dan ramai. Mereka pasti akan
mencari ketenangan dan berusaha untuk menghindar dari hal-hal yang menurutnya
sangat mengganggu.
Introvert
selalu pintar dalam menyembunyikan perasaannya. Jadi wajar terkadang kamu juga
tidak selalu mengerti dan mengetahui isi hatiku sehingga hanya bisa
menerka-nerka. Jika kamu menyuruh aku merubah pribadiku dari introvert ke
ekstrovert itu ibaratnya anak desa yang pergi merantau. Sebagus, secantik dan
senyaman apapun di tempat rantauan, kamu tetap memerlukan rumah untuk kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar