Jumat, 10 Januari 2020

Salahkah Menjadi Introvert?


Salahkah Menjadi Introvert?



Introvert diidentikkan kepada seseorang yang cenderung pendiam, jarang bergaul, dan sejenisnya. Aku berpikir introvert tidaklah semua seperti itu. Introvert adalah sebuah gaya interaksi yang menunjukkan bahwa sebelum ia berbicara ia mengunyah sendiri kata demi kata yang akan ia lontarkan nantinya. 

Introvert akan jauh dari kata “tong kosong nyaring bunyinya”, bahkan bisa jadi gaya interaksinya lebih menyenangi bergerak ketimbang beragumentasi.  Kamu pernah bilang bahwa aku tidak bisa memberi ruang untuk diriku sendiri dan tidak bisa memberi ruang untuk dirimu. Padahal aku sudah memberi ruang kebebasan untuk dirimu sepenuhnya, dan ruang untuk diriku ya seperti ini, akupun nyaman dengan keadaanku sendiri. Jangan samakan aku dengan dirimu karena pribadi kita berbeda. 

Seharusnya hubungan itu sama-sama merasa ada untuk satu sama lain. Kamu tidak suka dengan pribadiku yang seperti ini, dan ini juga salah satu alasan kamu untuk mengakhiri hubungan. Kamu meminta aku untuk berubah seperti dirimu, tapi maaf aku tak bisa. Memaksa seseorang untuk mengubah kepribadiannya agar sama sepertimu, sama saja menyuruh orang lumpuh untuk berjalan normal seperti dirimu. 

Tidak ada salahnya dari orang introvert karena sama-sama manusia dengan karakter yang berbeda. Hanya saja kadang rasa nyamanku ketika berada dikesunyian dan kesendirian tetapi jangan salah dikesunyian ini aku menghabiskan waktu untuk menulis. Aku menulis apa yang aku rasakan karena aku tidak memiliki cara lain untuk mengungkapkannya. 

Bersosialisasi tidak ada ceritanya introvert itu tidak bisa sosialisasi dengan baik. Mungkin introvert ini tidak bisa dihilangkan, karena ini bukan penyakit melainkan jenis karakter, sifat, kepribadian seseorang. 

Aku adalah orang yang sangat terobsesi dengan ruangku sendiri dan kesendirian. Jika aku ingin menghabiskan waktu denganmu atau sering berbicara kepadamu, ketahuilah kamu itu spesial bagiku. Introvert sangat peka dengan segala hal disekitarnya. Hanya saja bersikap seolah-olah tidak mengetahui. 

Introvert juga cenderung tidak menyukai suasana yang gaduh dan ramai. Mereka pasti akan mencari ketenangan dan berusaha untuk menghindar dari hal-hal yang menurutnya sangat mengganggu. 

Introvert selalu pintar dalam menyembunyikan perasaannya. Jadi wajar terkadang kamu juga tidak selalu mengerti dan mengetahui isi hatiku sehingga hanya bisa menerka-nerka. Jika kamu menyuruh aku merubah pribadiku dari introvert ke ekstrovert itu ibaratnya anak desa yang pergi merantau. Sebagus, secantik dan senyaman apapun di tempat rantauan, kamu tetap memerlukan rumah untuk kembali.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar