Minggu, 19 Januari 2020

Room Chat


Room Chat



Sudah lama ya kita tidak bertemu semenjak saat itu. Setiap kali aku membuka room chat kita yang dulu tanpa sadar aku tersenyum dan tertawa sendiri. Kok bisa ya kita menuliskan kata-kata yang membuat bibir ini tidak berhenti untuk tersenyum dan tertawa. 

Namun sayang semua itu telah berlalu. Sekarang room chat itu telah kosong. Tidak ada lagi canda dan tawa seperti dulu, yang tersisa hanya kenangan. Ya kenangan, kenangan yang seharusnya aku buang. Akan tetapi hati ini masih belum sanggup. Aku akan sangat bahagia jika suatu hari nanti kamu mengirimkan sebuah pesan singkat kepadaku, meski itu hanya dalam mimpiku. 

Seharusnya hal ini tidak harus aku lihat kembali. Tapi cuma ini yang bisa aku lakukan. Terkadang aku membacanya dari awal sampai akhir. Aku sedih, yang aku lihat hanyalah tinggal kenangan. Setiap kali kamu mengirimkan pesan yang begitu terkesan untukku, tak segan langsung kutandai bintang agar sewaktu-waktu aku bisa membacanya kembali. 

Aku suka membaca pesan darimu yang berisikan voice note kamu sedang bernyanyi. Kamu menyanyikan dengan suara yang merdu yang membuat aku terbawa suasana saat mendengarnya, “sampai aku tutup usia, kan kujaga hatimu sampai aku tua, walau keriput dipipimu terlihat takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat.” Itu adalah salah satu potongan lirik yang kamu nyanyikan untukku. Terkadang ketika aku  mendengarkan lagu, aku selalu memutar lagu itu. Lagu itu yang selalu terngiang-ngiang dikepalaku dan juga suaramu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar