Room Chat
Sudah
lama ya kita tidak bertemu semenjak saat itu. Setiap kali aku membuka room chat
kita yang dulu tanpa sadar aku tersenyum dan tertawa sendiri. Kok bisa ya kita
menuliskan kata-kata yang membuat bibir ini tidak berhenti untuk tersenyum dan
tertawa.
Namun
sayang semua itu telah berlalu. Sekarang room chat itu telah kosong. Tidak ada
lagi canda dan tawa seperti dulu, yang tersisa hanya kenangan. Ya kenangan,
kenangan yang seharusnya aku buang. Akan tetapi hati ini masih belum sanggup.
Aku akan sangat bahagia jika suatu hari nanti kamu mengirimkan sebuah pesan
singkat kepadaku, meski itu hanya dalam mimpiku.
Seharusnya
hal ini tidak harus aku lihat kembali. Tapi cuma ini yang bisa aku lakukan.
Terkadang aku membacanya dari awal sampai akhir. Aku sedih, yang aku lihat
hanyalah tinggal kenangan. Setiap kali kamu mengirimkan pesan yang begitu
terkesan untukku, tak segan langsung kutandai bintang agar sewaktu-waktu aku
bisa membacanya kembali.
Aku
suka membaca pesan darimu yang berisikan voice note kamu sedang bernyanyi. Kamu
menyanyikan dengan suara yang merdu yang membuat aku terbawa suasana saat
mendengarnya, “sampai aku tutup usia, kan
kujaga hatimu sampai aku tua, walau keriput dipipimu terlihat takkan goyahkan
cintaku yang begitu kuat.” Itu adalah salah satu potongan lirik yang kamu
nyanyikan untukku. Terkadang ketika aku mendengarkan lagu, aku selalu memutar lagu
itu. Lagu itu yang selalu terngiang-ngiang dikepalaku dan juga suaramu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar