Sabtu, 11 Januari 2020

Ternyata, Aku Salah Menilai


Ternyata, Aku Salah Menilai 



 Menilai baik buruknya seseorang itu sangat mudah, ketika kita hanya menilai dirinya dari luar saja. Tinggal kita lihat bagaimana dia berbicara, berteman, berada didalam lingkungan yang seperti apa, dan dalam kegiatan yang sehari-hari dilakukan. 

Aku menilaimu hanya dari sisi luarnya saja, yang aku kira sisi didalam dirimu pun sama seperti apa yang ada diluar dirimu. Karena aku sangat yakin pada saat itu. Tetapi aku salah menilai, karena keduanya berbeda. Awalnya aku mengira kamu itu baik, baik sekali. Apalagi kamu orang yang menurutku sangat pandai agama walaupun kamu masih dalam tahap belajar. Karena sebelumnya aku tidak pernah menemukan seseorang seperti dirimu. 

Orang baik bukan berarti yang tidak punya kesalahan sama sekali. Jika hati berniat baik dan tidak menyakiti, tuhan akan mempertemukan kita dengan hal-hal yang baik, tempat-tempat yang baik dan kesempatan berbuat banyak kebaikan. 

Ada satu alasan yang sama ketika tuhan mempertemukan atau memisahkan kita dengan seseorang yaitu “Agar kita bersama dengan orang yang tepat”. Dan untuk kesekian kalinya masih kusebut lagi namamu dalam doa tulusku. Inilah caraku mencintaimu ketika ungkapan yang tak mampu ku sampaikan. Harapan akan pertemuan, tak henti-hentinya ku panjatkan. Aku sabar menantimu kembali. Aku sabar menunggu Tuhan mempertemukan kita lagi. 

Kelak kamu akan merindukan aku sebagai sesuatu yang tak pernah kamu temukan pada siapapun. Jodoh dan cinta adalah dua hal yang tidak sama. Sebagaimana aku dan kamu itu berbeda. Jodoh tidak selalu datang dari cinta, begitu juga dengan cinta tidak pasti selalu datang menyatukan hubungan. Mungkin ini hanya terkendala diwaktu saja, kamu juga akan tahu nantinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar