Ternyata, Aku
Salah Menilai
Menilai
baik buruknya seseorang itu sangat mudah, ketika kita hanya menilai dirinya
dari luar saja. Tinggal kita lihat bagaimana dia berbicara, berteman, berada
didalam lingkungan yang seperti apa, dan dalam kegiatan yang sehari-hari
dilakukan.
Aku
menilaimu hanya dari sisi luarnya saja, yang aku kira sisi didalam dirimu pun
sama seperti apa yang ada diluar dirimu. Karena aku sangat yakin pada saat itu.
Tetapi aku salah menilai, karena keduanya berbeda. Awalnya aku mengira kamu itu
baik, baik sekali. Apalagi kamu orang yang menurutku sangat pandai agama walaupun
kamu masih dalam tahap belajar. Karena sebelumnya aku tidak pernah menemukan
seseorang seperti dirimu.
Orang
baik bukan berarti yang tidak punya kesalahan sama sekali. Jika hati berniat
baik dan tidak menyakiti, tuhan akan mempertemukan kita dengan hal-hal yang
baik, tempat-tempat yang baik dan kesempatan berbuat banyak kebaikan.
Ada
satu alasan yang sama ketika tuhan mempertemukan atau memisahkan kita dengan
seseorang yaitu “Agar kita bersama dengan orang yang tepat”. Dan untuk kesekian
kalinya masih kusebut lagi namamu dalam doa tulusku. Inilah caraku mencintaimu
ketika ungkapan yang tak mampu ku sampaikan. Harapan akan pertemuan, tak
henti-hentinya ku panjatkan. Aku sabar menantimu kembali. Aku sabar menunggu
Tuhan mempertemukan kita lagi.
Kelak
kamu akan merindukan aku sebagai sesuatu yang tak pernah kamu temukan pada
siapapun. Jodoh dan cinta adalah dua hal yang tidak sama. Sebagaimana aku dan
kamu itu berbeda. Jodoh tidak selalu datang dari cinta, begitu juga dengan
cinta tidak pasti selalu datang menyatukan hubungan. Mungkin ini hanya
terkendala diwaktu saja, kamu juga akan tahu nantinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar