Senin, 13 Januari 2020

Kita Yang Dulu


Kita Yang Dulu



Pernahkah sekali dalam benak terdalammu namaku sedikit terurai bersama masa lalu yang pernah kita lewatin bersama? Bagaimana dengan bahagianya kamu semua dunia terlihat sangat menyenangkan dijalani. Bagaimana tawamu begitu tulus untuk membuatku tersenyum. Adakah sedikit rindu yang menghantuimu disepertiga malam? 

Seperti yang terjadi padaku setiap hari. Mungkin ada masa depan yang sedang kamu nanti, sehingga untuk menengok ke masa lalu saja kamu enggan sama sekali. Bahagiamu kini sudah tentang dia disana. Begitu manis ketika dulu hanya ada aku yang kamu inginkan. 

Waktu mengubah kita, waktu menghapus semua ingatan yang pernah kita ciptakan bersama. Bahagialah bersama masa depan yang sedang kamu nanti saat ini. Ada doaku yang selalu tersimpan dimalam yang pernah kita lewati.  

Aku masih ingat dimana kamu menghabiskan waktu seharian bersamaku sampai kamu bolos kuliah hanya untuk aku walaupun sehari saja. Padahal saat itu aku tidak meminta, tetapi kamu yang mau sendiri. Dihabiskan dengan banyak obrolan yang tak penting sampai hal yang menjadi penting sekalipun. 

Waktu itu aku merasa sangat bahagia, karena aku merasa pertama kali itu aku sebagai prioritas utamamu. Kamu mengabaikan semua urusanmu demi aku, yang tidak aku minta waktumu sepenuhnya  pada saat itu. 

Dulu kita tidak seperti ini. Dulu kita beda. Dulu kita adalah kamu dan aku sebelum menjadi kita. Dulu kita apa adanya sebelum ada rasa. Dulu kita terbuka sebelum kita menjadi tertutup. Dulu kita bebas sebelum kita terbatas. Dulu kita peduli sebelum kita acuh. Dulu kita lepas sebelum cemas. Dulu kita menyenangkan sebelum penuh harap.
Kemana hilangnya kita yang dulu?  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar