Kita Yang Dulu
Pernahkah
sekali dalam benak terdalammu namaku sedikit terurai bersama masa lalu yang
pernah kita lewatin bersama? Bagaimana dengan bahagianya kamu semua dunia
terlihat sangat menyenangkan dijalani. Bagaimana tawamu begitu tulus untuk
membuatku tersenyum. Adakah sedikit rindu yang menghantuimu disepertiga malam?
Seperti
yang terjadi padaku setiap hari. Mungkin ada masa depan yang sedang kamu nanti,
sehingga untuk menengok ke masa lalu saja kamu enggan sama sekali. Bahagiamu
kini sudah tentang dia disana. Begitu manis ketika dulu hanya ada aku yang kamu
inginkan.
Waktu
mengubah kita, waktu menghapus semua ingatan yang pernah kita ciptakan bersama.
Bahagialah bersama masa depan yang sedang kamu nanti saat ini. Ada doaku yang
selalu tersimpan dimalam yang pernah kita lewati.
Aku
masih ingat dimana kamu menghabiskan waktu seharian bersamaku sampai kamu bolos
kuliah hanya untuk aku walaupun sehari saja. Padahal saat itu aku tidak
meminta, tetapi kamu yang mau sendiri. Dihabiskan dengan banyak obrolan yang
tak penting sampai hal yang menjadi penting sekalipun.
Waktu
itu aku merasa sangat bahagia, karena aku merasa pertama kali itu aku sebagai
prioritas utamamu. Kamu mengabaikan semua urusanmu demi aku, yang tidak aku
minta waktumu sepenuhnya pada saat itu.
Dulu
kita tidak seperti ini. Dulu kita beda. Dulu kita adalah kamu dan aku sebelum
menjadi kita. Dulu kita apa adanya sebelum ada rasa. Dulu kita terbuka sebelum
kita menjadi tertutup. Dulu kita bebas sebelum kita terbatas. Dulu kita peduli
sebelum kita acuh. Dulu kita lepas sebelum cemas. Dulu kita menyenangkan
sebelum penuh harap.
Kemana
hilangnya kita yang dulu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar