Selasa, 28 Januari 2020

Cukup Aku


Cukup Aku



Awalnya aku yang paling kekeh memintamu pada Tuhan, bahkan dengan rayuan yang sedikit memaksa. Awalnya aku yang paling semangat, mengusahakan kita agar bisa lebih dekat, menjalin cinta yang lebih erat. Awalnya aku yang paling ingin menjadikanmu pendamping, menjadikanmu seseorang yang aku ajak melangkahkan kaki beriring, mencapai kebahagiaan yang kuharapkan dalam impian dan ingin. 

Sekali lagi, awal tak selamanya sama dengan takdir, usaha tak selamanya membuahkan hasil sesuai apa yang diri ingin. Karena Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan dari apa yang kuinginkan. Dan semua ketetapan yang telah Tuhan rencanakan, aku bersyukur atasnya, karena yang melewatiku nyatanya adalah seseorang yang tak pantas untuk kuperjuangkan. 

Meski awalnya aku sempat kecewa, sedih dan meronta atas takdir perpisahan yang harus menghantam kisah cinta kita. Yang kutahu bahwa memang hanya akulah yang berjuang sendirian. Tapi ketahuilah, wanita yang sudah terlanjur percaya dan terlanjur cinta, tak akan pernah main-main dengan perasaan yang dia punya. Dan jika sekali saja kamu menyakiti dan merusak kepercayaannya, maka jangan harapkan hatinya akan kembali utuh seperti sedia kala. 

Dulu memang aku sangat menginginkanmu, berharap kamulah yang akan menjadi pelengkap segala kurangku. Teman yang akan menemani sisa-sisa usiaku. Seorang yang kelak menjadi penuntunku menuju surga milik Tuhanku. Tapi takdir berkata lain, nyatanya kamu hanya seseorang yang sekedar singgah untuk memberiku ujian dan pengalaman dan pelajaran untuk mendewasakan diri. 

Kuharap, cukup aku saja. Cukup aku saja, wanita yang telah kamu buat patah hatinya, kamu buat hancur kepercayaannya, dan kamu buat basah pipinya dengan linangan air mata yang tak berguna. Aku pernah kamu sakiti, dan aku merasakan bagaimana rasanya mencintai lalu dikhianati. Rasanya sakit sekali. Maka sebagai wanita yang pernah kamu buat patah, yang sedang mencoba untuk bangkit dalam tabah. Aku mohon, cukup aku saja. Cukup aku saja wanita yang kamu permainkan semaumu. Wanita yang kamu buat hancur hatinya karena dustamu. Cukup aku saja. 

Semoga dihati berikutnya tempatmu melabuhkan rasa, untuk yang terakhir kali, tolong buat dia jadi milikmu, dan berjanjilah untuk benar-benar menjaga kepercayaannya. Jika kamu mengulang kesalahan yang sama seperti padaku dulu, maka sungguh benar, tunggulah hukum alam datang menghukummu. 

Dulu mungkin aku pernah sangat mencintaimu, bahkan sampai berdoa untuk disandingkan denganmu. Namun kini, aku sudah tak lagi sama. Segores luka dalam dada, sudah cukup menjadi alasannya. Maaf kecewaku telah membuat rasa itu mati dan kuharap cukup aku saja wanita yang pernah kamu sakiti. 

Aku bahagia pernah dilukai olehmu, dengan begitu aku mampu menemukan jati diriku. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar