Rabu, 22 Januari 2020

Kenyataan Yang Sebenarnya


Kenyataan Yang Sebenarnya



“Lebih baik sadar secepatnya terhadap sesuatu yang nyata, karena bertahan kepada sesuatu yang fana hanya akan memperlama rasa menderita.” 

Aku tidak pernah ragu untuk menerima, meski itu menyakiti yang luar biasa. Aku tidak pernah ragu untuk berhenti, meski kamu masih ingin lari. Aku tidak pernah ragu untuk menghilang, meski aku masih berharap kamu akan berjuang. Aku tidak perlu menunggumu, karena yang ditunggu takkan datang juga. Mungkin menyakitkan jika kukatakan kamu tak cinta, tetapi apa yang terjadi sekarang adalah nyata. 

Aku tidak ingin mendekapmu terus menerus, karena kamu tak berharap tentangku. Kamu mungkin tidak sadar kalau selama ini aku memayungi dan menghangatkanmu. Kutinggalkan kamu biarkan kamu merasakan kelabu yang mendera. Aku tidak boleh kasihan, karena kamu juga tidak memikirkanku. 

Aku kuat, aku bisa tanpamu. Aku hadapi kenyataan sebenarnya, dan terus percaya kepada Tuhan. 

Semangat menghadapi dunia, karena aku yakin aku bisa hidup tanpamu.  Aku masih hidup tanpamu aku baik-baik saja. Perlahan aku sudah tidak menangis saat aku mengingat semua tentangmu. Tapi yang aku lakukan hingga saat ini selama aku masih belum sepenuhnya menghilangkan rasa cinta kepadamu. Aku tak muluk-muluk untuk mencari yang baru, karena belum tentu juga mereka lebih baik dari kamu. Aku perlu memutuskan untuk hidupku sendiri, bagaimana kedepan dan bukan hanya soal perasaan yang semu. 

Hidupku perlu waktu sendiri. Menikmati setiap hal yang ada di bumi, sembari menerka apa yang selanjutnya akan terjadi. Mungkin kamu memang tak cinta, tapi rasa kasihanmu bisa ada. Tapi aku bukanlah orang yang pantas untuk dikasihani. 

Aku akan menemukan cinta sesungguhnya, suatu nanti. Semua sudah direncanakan dengan sempurna. Bisa juga kamu yang meninggalkan akan menyesal dikemudian hari, tidak ada yang tahu. Aku tetap baik, tetap menjadi diriku. 

Seperti senja yang menelan kelabu, hendaknya aku juga bisa menelan masa lalu, karena sesuatu yang bersifat abu-abu hanya menjadi tak menentu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar