Pendengarku Yang
Baik Setelah Ibu
Kamu
adalah seorang pendengar yang baik setelah ibuku. Semua keluh kesahku
kuceritakan dan kamu mampu untuk mendengarkan dengan baik. Aku beruntung
memilikimu saat itu, tetapi kini hilang. Semua kembali seperti semula sebelum
aku mengenalmu.
Sekarang
kita hanyalah orang asing, yang mengetahui rahasia dalam masing-masing. Aku dan
kamu yang kian lama menjauh.
Disaat
aku bercerita tentang keseharianku, kejadian yang aku alami, atau rasa yang aku
rasakan kamu mau mendengarkan itu semua, walaupun kadang kamu tidak bisa
mendengarkanku sepenuhnya.
Begitupun
dirimu, disaat kamu mempunyai masalah, kejadian yang kamu alami hari ini, pasti
malamnya akan kamu ceritakan kepadaku. Walaupun terkadang permasalahanmu tidak
semuanya yang aku ketahui, dan tidak semua yang ingin kamu ceritakan.
Terima
kasih telah menjadi pendengarku yang baik, yang sudah memberiku saran yang
terbaik. Meski kadang semua terasa membosankan, tapi kamu selalu sabar
mendengarkan. Kamu menjadi ruang cerita untukku, begitupun kamu sebaliknya.
Dulu kita saling mengisi satu sama lain tetapi sekarang tidak.
Kamu
adalah teman ceritaku yang kini hilang dan mungkin takkan kembali. Sekian lama
aku seperti ini sendiri, banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu tentang
persoalan hati. Yang kini selalu menghantuiku disetiap harinya dan memikirkan
semuanya tentangmu. Aku ingin bercerita banyak hal kepadamu jika kamu pulang.
Akan ku kisahkan bagaimana rasanya ditinggal, rasa sakit hati dan bagaimana
rasanya tanpa kehadiranmu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar